Manfaatkan Tren AI, SK Hynix Siapkan Pencatatan Saham di Nasdaq

Ilustrasi: SK Hynix resmi melakukan pencatatan saham ganda di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Senin, 06 Juli 2026 | 19:31:33 WIB

JAKARTA – Raksasa produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, resmi meluncurkan aksi korporasi berupa pencatatan saham ganda (dual-listing) di bursa Nasdaq, Amerika Serikat. Langkah ini merupakan salah satu penjualan saham baru terbesar di dunia untuk memanfaatkan peluang ledakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara global.

SK Hynix membidik penggalangan dana fantastis mencapai sekitar USD28 miliar atau setara Rp503,72 triliun. Perusahaan bakal melepas 17,79 juta saham baru dalam bentuk sertifikat penitipan efek (depository receipt/ADR) di bursa AS, dengan mekanisme setiap 10 komponen ADR mewakili satu saham biasa.

Rentang harga penawaran perdana dijadwalkan rilis hari ini dengan mengacu pada harga penutupan saham SK Hynix di Bursa Seoul. Nilai emisi ini diprediksi menjadi penjualan saham terbesar kedua di dunia setelah Initial Public Offering (IPO) SpaceX senilai USD 85,7 miliar.

Aksi korporasi global ini sukses mengalahkan rekor IPO historis Saudi Aramco sebesar USD 25,6 miliar pada 2019 dan Alibaba Group pada 2014. Saham SK Hynix terpantau menguat 1 persen di bursa domestik, sementara indeks acuan KOSPI Korea Selatan naik 0,2 persen pada Senin pagi.

Sepanjang tahun berjalan, saham SK Hynix telah meroket hingga 273 persen akibat arus modal masif dari investor yang memburu saham ekosistem AI. Performa tersebut membuat SK Hynix sukses mengungguli kinerja rival berat seperti Samsung Electronics dan Micron Technology.

Proses penetapan harga final untuk pencatatan di New York ditargetkan rampung pada Kamis esok sebelum perdagangan resmi dibuka pada Jumat pekan ini. Dana segar dari pasar modal AS ini nantinya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan hulu perseroan.

Pekan lalu, manajemen SK Hynix baru saja mengumumkan komitmen investasi masif senilai 100 triliun won atau sekitar Rp1,158,19 triliun. Investasi tersebut ditujukan untuk membangun kompleks pabrik chip baru, termasuk fasilitas produksi memori NAND flash di wilayah Cheongju.

Langkah agresif ini merupakan bagian dari mega-proyek nasional Korea Selatan guna memastikan rantai pasok global semikonduktor AI tetap berpusat di negara tersebut. Proyek ini juga bertujuan mengantisipasi permintaan memori berkecepatan tinggi atau High-Bandwidth Memory (HBM) yang mengalami defisit pasokan akibat lonjakan adopsi pusat data komputasi awan.

Reporter: Akbar