Didorong Sikap Dovish The Fed, IHSG Dibuka Naik 0,30 Persen Pagi Ini

Ilustrasi: IHSG dibuka menguat 0,30 persen seiring optimisme pasar global terhadap kebijakan dovish The Fed. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Senin, 06 Juli 2026 | 19:31:33 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin pagi bergerak naik, seiring dengan adanya optimisme pelaku pasar global terhadap sikap dovish bank sentral Amerika Serikat, The Fed. IHSG dibuka menguat 17,50 poin atau 0,30 persen ke level 5.893,28, sementara indeks LQ45 naik 1,30 poin atau 0,22 persen ke posisi 583,08.

"Sentimen domestik masih dibayangi defisit neraca perdagangan pertama sejak April 2020, kontraksi aktivitas manufaktur, serta peringatan Fitch Ratings terkait penurunan cadangan devisa," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Liza menjelaskan bahwa sentimen pasar global cenderung positif setelah data ketenagakerjaan AS tercatat lebih lemah dari ekspektasi, sehingga memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed. "Pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan meningkatkan posisi pada aset berisiko," ujar Liza, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi seperti ISM Services PMI AS, risalah FOMC The Fed, serta inflasi China. Selain itu, fokus pelaku pasar juga tertuju pada negosiasi dagang antara AS dan Uni Eropa serta dampak kebijakan tarif terhadap manufaktur global.

Ketegangan di Timur Tengah dilaporkan mereda seiring kemajuan negosiasi damai antara AS dan Iran, sehingga mendukung pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. "Perkembangan tersebut membantu menekan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global," ujar Liza, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di dalam negeri, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mulai memperkuat pengawasan perpajakan ekonomi digital dengan memanfaatkan data transaksi dari marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli. Melalui implementasi PMK No. 37 Tahun 2025, marketplace ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen atas omzet pedagang mulai 1 Agustus 2026.

Data transaksi tersebut nantinya digunakan untuk memverifikasi omzet wajib pajak, khususnya pelaku usaha dengan omzet di atas Rp4,8 miliar per tahun yang belum berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP). Terkait data domestik, pelaku pasar kini tengah menantikan data cadangan devisa, keyakinan konsumen, penjualan ritel Bank Indonesia (BI), serta stabilitas kurs Rupiah.

Pada perdagangan Jumat (3/7/2026) pekan lalu, bursa Eropa kompak menguat, dengan indeks Euro Stoxx 50 naik 0,68 persen, FTSE 100 naik 0,30 persen, DAX Jerman naik 0,90 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,40 persen. Sementara itu, bursa Wall Street sempat libur pada Jumat lalu dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan AS.

Pergerakan bursa saham regional Asia pagi ini mencatatkan indeks Nikkei melemah 0,93 persen ke 69.080,00 dan indeks Shanghai turun 0,26 persen ke 4.003,00. Di sisi lain, indeks Hang Seng menguat 1,25 persen ke 23.641,00, sedangkan indeks Strait Times naik tipis 0,02 persen ke 5.245,70.

Reporter: Akbar