Raup Rp 28,4 Miliar, GPSO Siapkan Akuisisi Aset Rp 78 Miliar

ILUSTRASI, PT Geoprima Solusi raih dana segar Rp 28,4 miliar melalui private placement. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 19:31:33 WIB

JAKARTA – Emiten perdagangan perlengkapan dan mesin, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), telah resmi menjalankan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Melalui langkah tersebut, perusahaan berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp 28,46 miliar.

Mengacu pada keterbukaan informasi, seluruh saham baru dalam aksi ini diserap sepenuhnya oleh PT PIMSF Pulogadung (PIMSF), yang merupakan pemegang saham pengendali baru serta bagian dari jaringan bisnis Tjokro Group.

Manajemen GPSO memaparkan, jumlah saham baru yang diterbitkan dalam PMTHMETD mencapai 66.674.000 saham atas nama. 

Aksi korporasi ini dilaksanakan dengan nilai nominal Rp 50 per saham dan harga pelaksanaan Rp 427 per saham, sehingga total dana yang dihasilkan mencapai Rp 28.469.798.000. 

Langkah ini sebelumnya telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (22/6/2026).

Sesuai agenda, distribusi saham baru kepada PIMSF dilaksanakan pada 3 Juli 2026, yang disusul dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli 2026, serta pengumuman hasil pada 8 Juli 2026.

Masuknya PIMSF dan Tjokro Group diyakini membawa perubahan signifikan pada model bisnis serta arah perusahaan. Guna menyelaraskan strategi dengan ekosistem bisnis pengendali baru, perusahaan telah mengesahkan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Direktur Utama Geoprima Solusi, Dionysius Tjokro, menjelaskan bahwa perubahan KBLI bertujuan agar perusahaan bisa menangkap peluang pasar lebih luas serta menciptakan sinergi yang lebih kuat. 

Menurutnya, perubahan KBLI dilakukan seiring dengan perubahan pemegang saham pengendali, yakni PT PIMSF Pulogadung yang berafiliasi dengan Tjokro Group. Melalui perubahan ini, perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang bersinergi dengan ekosistem Tjokro Group.

“Dengan perubahan KBLI ini, Perseroan optimistis dapat memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group,” ujar Dionysius Tjokro, Senin (6/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun penyesuaian yang dilakukan mencakup penambahan tiga lini KBLI baru, yaitu:

KBLI 70209 mengenai aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya.

KBLI 46591 mengenai perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang, serta perlengkapannya.

KBLI 68129 mengenai aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian milik sendiri maupun sewa.

Walaupun masuk ke sektor usaha baru, Dionysius menyampaikan bahwa GPSO tetap mempertahankan lini bisnis utama, yaitu KBLI 46599 yang mencakup perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya. 

Lini usaha jasa pengukuran, pemetaan tanah, serta alat survei yang selama ini menjadi fokus perusahaan pun akan tetap dipertahankan.

Khusus penambahan KBLI 68129 di sektor real estat, manajemen menjelaskan langkah ini diambil untuk mendukung rencana aksi korporasi selanjutnya, yakni pembelian aset milik PT JIC dengan estimasi nilai sekitar Rp 78 miliar.

“Aset tersebut direncanakan untuk disewakan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi Perseroan,” tambahnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Proyeksi tersebut telah masuk ke dalam alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan untuk tahun 2026. Mengenai kinerja di paruh kedua tahun ini, manajemen mengakui bahwa pada triwulan III 2026 perusahaan masih dalam tahap penyesuaian operasional dan administratif pasca-akuisisi. 

Namun, dengan rampungnya perubahan KBLI serta tambahan modal lewat private placement, manajemen optimistis pertumbuhan laba maupun pendapatan perusahaan dapat meningkat bertahap mulai kuartal III 2026 hingga periode selanjutnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan