Gandeng APPMI, Kemenekraf Dorong Fesyen Nasional Gerakkan Ekonomi

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. (Foto: ANTARA)
Penulis: Ibtihal
Senin, 06 Juli 2026 | 19:31:32 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjalin kemitraan dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) guna memacu kontribusi sektor fesyen domestik sebagai motor penggerak perekonomian lewat pelaksanaan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaparkan bahwa momentum pergelaran event ini bisa dioptimalkan untuk membuka lebar akses pasar mancanegara pada produk yang memiliki potensi menghasilkan komoditas ekspor.

"Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kami bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kami ke negara-negara tujuan strategis," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Senin.

Riefky menjabarkan bahwa sektor ini sudah membuktikan kedudukannya sebagai pilar utama dalam industri ekonomi kreatif lewat sumbangsih mencapai 14,77 persen terhadap PDB ekonomi kreatif pada periode tahun 2025. 

Di samping merajai pasar dalam negeri, subsektor fesyen pun mendominasi pasar mancanegara dengan memasok 58,55 persen dari seluruh total nilai ekspor ekonomi kreatif pada kurun waktu Januari–April 2026.

Kementerian Ekraf memandang agenda pelaksanaan IFW 2026 menjadi sebuah momentum penting untuk memperkokoh alur rantai pasok sekaligus menakar dampak ekonomi riil pada subsektor fesyen tanah air. 

Fokus penguatan tersebut berkaca dari perolehan IFW tahun kemarin yang merangkul lebih dari 200 merek (brand) dan perancang busana serta 4.000 pekerja kreatif, berbekal total kunjungan menyentuh angka 34.000 orang, ditambah pertumbuhan transaksi digital yang melonjak sampai 50 persen.

"Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia," ujar Riefky.

Perhelatan IFW 2026 diagendakan bergulir dari tanggal 29 Juli sampai 2 Agustus 2026 bertempat di JICC Senayan dengan mengangkat tema 'Ulos Simetria', yang mana kekayaan wastra, nilai budaya, serta daya kreativitas Sumatra Utara dijadikan selaku inspirasi utama.

IFW 2026 sendiri ialah program berkala tahunan yang mempertemukan segenap jajaran ekosistem industri mode, dimulai dari para desainer, kalangan akademisi, produsen pernak-pernik aksesoris, sampai jajaran penanam modal serta pihak pembeli (buyer). 

Pergelaran yang diinisiasi oleh APPMI ini memegang komitmen penuh untuk menjembatani agenda pameran dagang, pertemuan bisnis (business matching), forum diskusi industri, hingga pagelaran busana yang bertumpu pada warisan budaya Nusantara.

"Kami siap berjalan beriringan bersama kementerian untuk memperluas promosi produk kreatif dan membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat internasional," tutur Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono.

Reporter: Ibtihal