Maju IPO, Esa Medika Targetkan Pertumbuhan lewat Ekspansi Alat Kesehatan

ILUSTRASI, PT Esa Medika Mandiri menargetkan ekspansi alat kesehatan melalui penawaran umum perdana saham. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 18:00:16 WIB

JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) menyatakan bahwa langkah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menjadi landasan untuk mengakselerasi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, mengungkapkan bahwa IPO bukan sekadar instrumen untuk memperoleh pendanaan publik, melainkan bagian dari upaya transformasi agar perusahaan memiliki tata kelola yang lebih baik serta kapasitas bisnis yang lebih luas.

"Bagi saya IPO bukan sekadar langkah penghimpunan dana, melainkan bagian dari transformasi jangka panjang menuju perusahaan yang lebih transparan, memiliki tata kelola yang kuat, serta mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber baru-baru ini.

Florian menuturkan bahwa penguatan struktur modal akan mendukung pengembangan kapasitas usaha serta meningkatkan kontribusi perseroan dalam mendukung layanan kesehatan dan memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional. 

Saat ini, EMMI berfokus pada perdagangan besar alat laboratorium, farmasi, serta kedokteran dengan dukungan 1 kantor pusat, 2 fasilitas manufaktur, dan 4 kantor perwakilan yang tersebar di Indonesia.

Perseroan kini mengembangkan kemampuan manufaktur lokal di Cikupa dan Solo sebagai bagian dari strategi jangka panjang, selain memperkuat distribusi dari prinsipal global.

"IPO ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari fase pertumbuhan baru. Melalui IPO ini, kami optimistis dapat mendorong EMMI menjadi perusahaan alat kesehatan nasional yang lebih kuat dan semakin relevan dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di Indonesia," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

EMMI menetapkan harga saham IPO sebesar Rp470 per lembar dengan melepas 522,86 juta saham baru atau 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. 

Potensi dana yang dihimpun mencapai Rp245,74 miliar. Masa penawaran umum berlangsung pada 2–6 Juli 2026, dengan jadwal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026.

Sekitar Rp50 miliar dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pelunasan pokok pinjaman, 6,4% untuk belanja modal pembangunan pabrik di Cikupa, dan 72,3% dialokasikan sebagai modal kerja.

"Kami melihat kebutuhan alat kesehatan nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas, didorong oleh modernisasi rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, serta penguatan industri alat kesehatan dalam negeri," kata Florian.

Secara kinerja, penjualan bersih EMMI tumbuh konsisten dari Rp172,98 miliar pada 2023 menjadi Rp384,93 miliar pada 2024, dan mencapai Rp454,64 miliar pada 2025. Laba bersih juga meningkat dari Rp939,42 juta pada 2023, menjadi Rp11,01 miliar pada 2024, dan Rp34,13 miliar pada 2025.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai EMMI memiliki cerita pertumbuhan yang solid. Ia menyebut momentum IPO di semester kedua 2026 berpeluang membaik.

"Bagi perusahaan dengan growth story kuat, equity financing menawarkan fleksibilitas lebih baik dibanding utang berbunga tinggi saat ini," pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan