Strategi Telkom Rampingkan 10 Anak Usaha demi Fokus Bisnis Inti
JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) telah menuntaskan proses penyederhanaan atau streamlining terhadap 10 entitas anak perusahaan sepanjang semester I-2026. Strategi ini dijalankan TLKM sebagai upaya menuju strategic holding serta meningkatkan fokus pada sektor telekomunikasi dan digital.
Penyederhanaan portofolio ini dieksekusi melalui skema merger, divestasi, dan likuidasi. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk struktur grup yang lebih efisien dan ramping, serta mendukung optimalisasi investasi pada bisnis inti.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menuturkan bahwa penataan portofolio ini adalah bagian dari usaha membangun organisasi yang lebih lincah dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri digital.
"Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama," ujar Seno dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sampai akhir Juni 2026, TLKM sudah menyelesaikan divestasi terhadap dua entitas melalui penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) serta menuntaskan penggabungan dua entitas guna memperkuat kapabilitas bisnis.
Tidak hanya itu, TLKM juga telah mengeksekusi proses likuidasi terhadap enam entitas TelkomGroup.
Seno menyatakan bahwa langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kontribusi masing-masing entitas, aktivitas operasional, dan relevansi bisnis terhadap strategi jangka panjang grup.
Baginya, penyederhanaan portofolio ini bukan sekadar upaya pengurangan jumlah anak usaha, melainkan cara membangun struktur bisnis yang lebih sehat, memperkuat sinergi antar segmen, serta menciptakan pertumbuhan nilai jangka panjang.
"Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," kata dia, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ke depannya, TLKM bakal memperkuat model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Dalam struktur tersebut, induk usaha akan berfokus pada pengelolaan portofolio, sementara operasional dijalankan oleh masing-masing perusahaan.
Seno menegaskan bahwa seluruh proses restrukturisasi ini dilakukan bertahap dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk penyesuaian sumber daya manusia yang dilakukan secara sukarela melalui Early Retirement Program.