Strategi Kementerian UMKM Sambungkan Pelaku Usaha ke Industri Besar
JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa penguatan kapasitas merupakan langkah krusial yang perlu ditempuh pelaku usaha sebelum masuk dalam skema kemitraan rantai pasok bersama perusahaan besar.
Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM, Pristiyanto mengungkapkan bahwa banyaknya kegagalan dalam kemitraan disebabkan oleh ketidaksiapan pelaku UMKM dalam memenuhi standar industri.
"Pertama adalah peningkatan kapasitasnya dulu. UMKM saat melakukan bermitra tadi seringkali bermasalah. Masalahnya apa? Kualitas, kuantitas, dan kontinuitas," kata Pristiyanto dalam diskusi di Jakarta, Minggu, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menerangkan, upaya peningkatan kualitas dilakukan melalui beragam pelatihan agar produk UMKM bisa mencapai standar industri serta kebutuhan pasar.
Pendampingan tersebut juga meliputi pemenuhan aspek legalitas usaha beserta berbagai sertifikasi yang menjadi prasyarat untuk masuk ke dalam rantai pasok perusahaan besar.
Menurutnya, pemerintah juga memfasilitasi peningkatan standar produksi dengan menghadirkan rumah produksi bersama atau factory sharing.
Fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu pelaku UMKM menciptakan produk dengan kualitas yang lebih seragam serta mendongkrak kapasitas produksi.
"Di kualitas, kami akan mengadakan pelatihan-pelatihan bagaimana UMKM itu meningkatkan kualitasnya, standarnya. Pemenuhan perizinan dan standar untuk dia masuk ke pasar," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Lebih lanjut, pelaku UMKM diarahkan untuk melengkapi berbagai sertifikasi berdasarkan sektor usahanya supaya produk yang diciptakan dapat diterima oleh mitra industri.
Setelah tahapan peningkatan kapasitas usai, pemerintah bakal melakukan kurasi terhadap UMKM yang dianggap telah memenuhi kriteria.
Tahap tersebut menjadi gerbang utama sebelum pelaku usaha mengikuti proses penjajakan kemitraan dengan perusahaan besar.
Pristiyanto menuturkan bahwa Kementerian UMKM memberikan pembekalan terkait proses negosiasi bisnis, pembuatan proposal usaha, sampai teknik presentasi kepada calon mitra.
"Kami biasanya mengajarkan bagaimana negosiasi, kemudian bagaimana pembuatan proposal yang sesuai dengan permintaan pasar, kemudian mengadakan pitching, dan juga akhirnya masuk ke business matching," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia memandang rangkaian pembinaan tersebut sebagai bagian vital agar UMKM tidak sekadar mampu menciptakan produk bermutu, melainkan juga memahami kebutuhan industri serta sanggup menjalin relasi bisnis yang berkelanjutan.
Pristiyanto menambahkan, langkah tersebut bertujuan untuk memangkas kesenjangan antara pelaku usaha mikro dan perusahaan besar yang selama ini sering terkendala oleh perbedaan standar operasional serta tata kelola bisnis.
"Melalui kemitraan tersebut, pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses pasar yang lebih luas, tetapi juga berpeluang meningkatkan daya saing usahanya secara berkelanjutan," kata dia, sebagaimana dilansir dari berita sumber.