Tingkatkan Hasil Panen, Wamenko Pangan Ajak Ponorogo Gunakan Teknologi
PONOROGO – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mendesak Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, agar konsisten menggenjot produktivitas jagung serta padi demi memperkokoh program swasembada pangan nasional yang kini menampakkan tren positif.
Hanif menilai Ponorogo mempunyai kapabilitas mumpuni dalam menopang swasembada pangan berbekal sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian dengan indeks pertanaman yang hampir mencapai tiga kali tanam dalam satu tahun, yakni dua kali padi dan sekali jagung.
"Dengan disertai pemanfaatan teknologi pertanian dan keterlibatan generasi muda, maka sektor pertanian semakin efisien serta mampu meningkatkan daya saing hasil panen," tutur Hanif sebagaimana dilansir dari berita sumber, dalam keterangan pers yang diterima di Ponorogo, Minggu.
Wamenko Pangan menegaskan, jika metode konvensional terus dipertahankan, maka hasilnya tidak akan efisien. Oleh sebab itu, penerapan teknologi menjadi keharusan guna memperkokoh ketahanan pangan.
Sebelumnya, Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq melaksanakan panen jagung didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, di kawasan lahan Perhutani, Kelurahan Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo, pada Sabtu (4/7). Wilayah dengan luas kurang lebih 198 hektare (ha) tersebut merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Ponorogo.
Hanif menyatakan bahwa Pemerintah bersungguh-sungguh membangun ketahanan pangan. Oleh karena itu, kebijakan untuk tidak melakukan impor beras maupun jagung wajib didukung oleh semua daerah, termasuk Ponorogo.
Hanif memaparkan bahwa produksi jagung nasional pada 2025 sukses mencapai 16,16 juta ton jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen, serta Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat petani berada di angka Rp5.500 per kilogram.
Di sisi lain, produksi beras nasional telah menembus angka 34,69 juta ton, yang berarti melebihi kebutuhan konsumsi nasional di kisaran 30–32 juta ton per tahun.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menuturkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi pilar utama ekonomi daerah.
Selama 2025, luas panen jagung tercatat sekitar 39 ribu ha dengan total produksi 284 ribu ton, sementara luas panen padi mencapai 74 ribu ha dengan total produksi sekitar 436 ribu ton.
"Capaian itu menjadikan Ponorogo sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Indeks Ketahanan Pangan kami juga mencapai 71,22 poin. Semua itu tidak lepas dari kerja keras para petani yang terus berinovasi," ungkap Lisdyarita sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia memastikan bahwa pemerintah daerah bakal terus memberikan dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan sarana produksi, pendampingan bagi petani, serta optimalisasi lahan agar kontribusi Ponorogo terhadap ketahanan pangan nasional terus meningkat.