Sektor Infrastruktur dan Keuangan Tekan IHSG di Sesi Pertama Perdagangan

Ilustrasi: IHSG melemah 0,18 persen di sesi pertama perdagangan Senin, terdampak tekanan sektor infrastruktur dan keuangan. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Senin, 06 Juli 2026 | 17:40:49 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke zona merah pada perdagangan sesi satu, Senin (6/7/2026). Indeks terkoreksi 10,8 poin atau 0,18 persen ke level 5.865.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi hingga sesi pertama mencapai Rp 4,7 triliun. Pelemahan IHSG dipicu oleh mayoritas sektor yang masih terkoreksi.

Sektor infrastruktur menjadi penekan terbesar setelah turun 0,59 persen, diikuti sektor transportasi yang melemah 0,51 persen. Sektor basic materials turun 0,43 persen, sektor keuangan terkoreksi 0,39 persen, serta sektor industri dan properti yang masing-masing turun 0,27 persen.

Tekanan juga terjadi pada sektor non-siklikal yang melemah 0,25 persen, sektor siklikal turun 0,12 persen, dan sektor energi yang terkoreksi 0,10 persen. Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor teknologi yang menguat 0,82 persen dan sektor kesehatan yang naik 0,14 persen.

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi penggerak utama IHSG setelah melonjak 4,82 persen ke posisi 198.925. Penguatan juga dicatatkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang naik 1,12 persen ke area 1.805, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 0,82 persen ke level 6.100.

Sebaliknya, pelemahan terdalam dipimpin oleh PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 1,87 persen ke level 4.720. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terkoreksi 1,68 persen ke 5.825, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 1,49 persen ke level 3.950.

IHSG sempat dibuka menguat di area 5.893,281 dan menanjak hingga menyentuh level tertinggi di 5.935,683. Namun, tekanan jual menjelang akhir sesi pagi membuat indeks berbalik arah hingga menyentuh posisi terendah 5.857,350, sebelum akhirnya bergerak mendatar di kisaran 5.865.

Aktivitas perdagangan hingga siang hari mencatatkan volume transaksi mencapai 10,722 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,764 triliun dari 912.073 kali transaksi. Kapitalisasi pasar menyentuh Rp 10.297,182 triliun.

Jumlah emiten yang melemah masih sedikit lebih banyak dibandingkan dengan yang menguat. Sebanyak 295 saham berada di zona merah, 285 saham menguat, dan 198 saham diperdagangkan stagnan.

Reporter: Akbar