Dorong Swasembada, Papua Disiapkan Menjadi Lumbung Pangan Masa Depan

Ilustrasi: Pengembangan 83.030 hektare lahan sawah di Papua diharapkan meningkatkan produksi pangan nasional. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Senin, 06 Juli 2026 | 17:11:36 WIB

JAKARTA – Perum Bulog memperluas jangkauan swasembada pangan hingga ke Merauke, Papua. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pengembangan kawasan pangan nasional sekaligus memastikan peningkatan produksi pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah berkomitmen untuk menjadikan Papua Selatan sebagai pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.

"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden," kata Amran sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Papua Selatan saat ini menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru bagi nasional. Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.

Wilayah Papua Selatan menjadi kontributor terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan. Kawasan tersebut kini disiapkan sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia dengan alokasi anggaran Rp1,3 triliun pada 2026.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh program strategis pemerintah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan penyerapan hasil panen petani serta pembangunan ekosistem pangan yang terintegrasi.

Peningkatan produksi harus dibarengi dengan jaminan penyerapan agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak. "Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal, memperkuat cadangan pangan pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan," kata Ahmad sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Reporter: Akbar