Tips Mandiri Sekuritas bagi Investor dalam Menilai Saham Perusahaan Baru

Investor menilai saham perusahaan baru berdasarkan rekam jejak fundamental dan laporan keuangan historis. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 02 Juli 2026 | 17:08:35 WIB

JAKARTA – Mandiri Sekuritas mengungkapkan bahwa minat investor terhadap saham perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) kini semakin kritis dan selektif. Investor memiliki beragam pilihan instrumen investasi, baik untuk mengejar potensi capital gain maupun pendapatan dividen jangka panjang.

Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas, Juwita Lestari, mengatakan bahwa dalam menganalisis saham IPO, investor akan mencermati rekam jejak fundamental perusahaan, laporan keuangan historis, serta berbagai rasio keuangan calon emiten. Hal tersebut disampaikannya dalam Plenary Session Investor Daily di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Selain itu, investor juga membandingkan valuasi perusahaan yang akan IPO dengan emiten sejenis yang telah tercatat di bursa. Penetapan harga penawaran menjadi faktor penting karena investor akan menilai apakah valuasi yang ditawarkan masih menarik dibandingkan dengan perusahaan lain di sektor yang sama.

“Jadi kalau dari sisi investor melihat potensi dari calon emiten itu bisa growth story ke depannya, prospeknya baik, fundamentalnya didukung oleh mungkin dari laporan keuangannya, juga rasio-rasionya dibandingkan dengan perusahaan sejenis, dan itu semua menunjukkan prospek yang baik dan proven secara historis. Ini bisa menjadi salah satu pertimbangan investor untuk membeli saham IPO,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Juwita mengatakan, kondisi tersebut membuat peran penjamin emisi (underwriter) tidak hanya sebatas membantu proses pencatatan saham, tetapi juga memberikan pemahaman kepada calon emiten mengenai ekspektasi investor. Menurutnya, IPO bukanlah akhir dari proses pendanaan, melainkan awal hubungan jangka panjang dengan investor yang akan terus memantau kinerja perusahaan dan realisasi target yang disampaikan dalam prospektus.

"Harapannya IPO itu bukan hanya sekali dan selesai bagi investor, tapi ke depannya bagi emiten-emiten setelah IPO mungkin mau melakukan penawaran obligasi, surat utang, sukuk, ataupun melakukan penambahan modal melalui right issue, tentunya harapannya investor akan terus berpartisipasi," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Ia menambahkan, masuk ke pasar modal tidak hanya bertujuan memperoleh pendanaan melalui IPO, tetapi juga mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Pasar modal Indonesia memiliki basis investor yang luas, mulai dari investor ritel hingga institusi, baik domestik maupun asing, yang berpotensi menjadi sumber pendanaan bagi emiten dengan fundamental yang baik.

Reporter: Akbar