IHSG Diprediksi Konsolidasi di Level 5.600 hingga 5.800 Rupiah

Ilustrasi: IHSG diprediksi bergerak dalam konsolidasi di kisaran 5.600 hingga 5.800 pada perdagangan Kamis (2/7/2026). (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:00:48 WIB

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami konsolidasi pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Pergerakan indeks diprediksi berada pada kisaran resistance 5.800, pivot 5.700, serta support 5.600.

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berhasil menguat 0,92 persen ke level 5.695,12. Sektor energi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,61 persen, sementara sektor transportasi mengalami tekanan terbesar sebesar 0,91 persen.

Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 0,25 persen ke level Rp17,952 per dolar AS, seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang di Asia. Secara teknikal, Stochastic RSI sudah mendekati area jenuh jual, namun terdapat potensi terjadinya Death Cross pada indikator MACD.

"Dengan demikian, IHSG berpeluang berkonsolidasi pada kisaran 5.600-5.800," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2026 dari posisi 50 di Mei 2026. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Juni 2025 dan menunjukkan kontraksi akibat penurunan pesanan baru serta penjualan ekspor.

Neraca perdagangan mencatatkan defisit sebesar US$ 1,61 miliar pada Mei 2026, yang merupakan defisit pertama sejak April 2020. Ekspor mengalami penurunan 5,73 persen secara tahunan, sementara impor tumbuh 22,16 persen didorong oleh peningkatan impor migas.

Laju inflasi mengalami akselerasi ke level 3,34 persen pada Juni 2026, di atas perkiraan 3,2 persen. Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan harga Pertamax sejak 10 Juni 2026, dengan inflasi inti tercatat mencapai 2,76 persen secara tahunan.

Fitch Ratings menilai cadangan devisa Indonesia tetap dalam tekanan meskipun Bank Indonesia telah menaikkan BI rate sebesar 100 basis poin. "Sentimen investor masih lemah akibat kekhawatiran akan kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal dan rencana ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi lima saham yang berpotensi memberikan keuntungan, yaitu BRPT, ESSA, JPFA, ERAA, dan RAJA.

Reporter: Akbar