Intip Koleksi Saham Teknologi Donald Trump dari Nvidia sampai Amazon
JAKARTA – Laporan tahunan kantor etika pemerintah Amerika Serikat mengungkap sumber pendapatan Presiden Donald Trump yang sangat beragam. Penghasilan tersebut diperoleh dari berbagai aset, mulai dari kripto, resor golf, klub, hingga royalti serta kepemilikan saham di sektor teknologi.
Menurut data Forbes, total kekayaan Trump kini mencapai US$ 6 miliar atau Rp 107,74 triliun, angka yang meningkat dibandingkan dengan tahun 2024. Sementara itu, Indeks Miliarider Bloomberg mencatat total kekayaannya mencapai US$ 7,6 miliar atau Rp 136,48 triliun.
Pengungkapan itu merinci aktivitas pembelian saham dalam jumlah besar oleh Trump pada 18 Agustus 2025. "Dokumen itu menunjukkan tiga pembelian berturut-turut dari beberapa nama terbesar di sektor teknologi, yakni Apple, Microsoft, dan Nvidia," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Setiap transaksi itu bernilai antara US$ 5 juta hingga US$ 25 juta, atau setara dengan Rp 89,98 miliar sampai Rp 449,90 miliar. Pembelian saham Nvidia tersebut dilakukan tepat tujuh hari setelah pengumuman kesepakatan ekspor chip H2O ke China.
Apple juga baru saja mengumumkan tambahan investasi sebesar US$ 100 miliar atau Rp 1.799 triliun di Amerika Serikat. Trump tercatat melakukan pembelian saham Amazon dengan nilai US$ 500.000 hingga US$ 1 juta pada 23 September 2025.
Saham Nvidia kembali mencatatkan rekor baru pada Senin, 27 April 2026. Kenaikan tersebut berlangsung di tengah momentum pertumbuhan kecerdasan buatan sebelum laporan laba perusahaan besar Amerika Serikat dirilis.
Berdasarkan data Google Finance, saham Nvidia mengalami kenaikan 4 persen menjadi USD 216,61 pada perdagangan Senin tersebut. Kapitalisasi pasar perusahaan ini sukses menembus angka USD 5,26 triliun atau Rp 90.713 triliun.
Pekan ini, raksasa teknologi seperti Amazon, Meta, Microsoft, dan Alphabet dijadwalkan merilis laporan laba mereka. Kinerja keuangan tersebut diprediksi dapat memengaruhi pergerakan saham Nvidia di masa depan.
Analis Wedbush, Dan Ives, meyakini prospek saham Nvidia masih sangat positif. Optimisme ini didorong oleh fokus investor terhadap tren monetisasi kecerdasan buatan serta belanja modal dari perusahaan Magnificent 7.
"meningkatnya komitmen belanja AI dari perusahaan-perusahaan besar Magnificent 7 dapat memperkuat asalan untuk investasi di Nvidia," sebagaimana dilansir dari sumber berita. JPMorgan juga memasukkan Nvidia ke dalam daftar pilihan investasi kecerdasan buatan dan cloud utama mereka.
Para analis memprediksi permintaan kecerdasan buatan akan memicu pertumbuhan bisnis GPU pusat data Nvidia dalam jangka panjang. Sebagian besar analis Wall Street hingga kini masih merekomendasikan pembelian saham Nvidia, yang tercatat telah menguat 16 persen sepanjang tahun 2026.