Presiden dan CEO CrowdStrike Jual Saham Senilai 1,95 Juta Dolar Amerika

George Kurtz, CEO CrowdStrike, melakukan penjualan saham senilai 1,95 juta dolar Amerika pada akhir Juni 2026. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:00:48 WIB

JAKARTA – George Kurtz, Presiden dan CEO perusahaan keamanan siber CrowdStrike Holdings, Inc. (NASDAQ:CRWD), menjual saham biasa Kelas A dengan total sekitar $1.954.328. Penjualan tersebut dilakukan dalam beberapa transaksi pada tanggal 29 Juni dan 30 Juni 2026.

Transaksi tersebut melibatkan total 2.577 saham dengan harga berkisar antara $706,81 hingga $754,85 per saham. Saat ini saham CrowdStrike diperdagangkan di level $772,46, mendekati level tertinggi 52 minggu di angka $786 setelah mencatatkan imbal hasil 56 persen selama setahun terakhir.

Berdasarkan analisis InvestingPro, saham tersebut tampak overvalued pada level saat ini jika dibandingkan dengan nilai wajarnya. Seluruh transaksi ini dilaksanakan berdasarkan rencana perdagangan 10b5-1 yang telah diadopsi Kurtz sejak 6 Januari 2026.

Harga yang dilaporkan untuk sebagian besar transaksi mencerminkan harga penjualan rata-rata tertimbang dalam rentang tertentu. Setelah aksi penjualan ini, Kurtz secara langsung masih memegang 2.078.256 saham biasa Kelas A CrowdStrike Holdings.

Kepemilikan tersebut sudah mencakup saham yang akan diterbitkan sehubungan dengan vesting unit saham terbatas (RSU). Selain itu, Kurtz memegang 100.000 saham biasa Kelas A secara tidak langsung melalui Kurtz Family Dynasty Trust.

CrowdStrike Holdings melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui estimasi konsensus sebesar 1,7 persen, sebuah peningkatan dari capaian pada kuartal pertama tahun fiskal 2026. Cantor Fitzgerald tetap mempertahankan peringkat Overweight untuk saham ini dengan target harga $725,00.

Perusahaan saat ini aktif memperluas alat keamanan kecerdasan buatan, terutama untuk aplikasi yang dibangun di atas Amazon Web Services (AWS). CrowdStrike meningkatkan kemampuan Falcon AI Detection and Response untuk mengamankan aplikasi AI menggunakan teknologi AWS, termasuk Amazon Bedrock.

CrowdStrike juga memperluas kemitraan Project QuiltWorks dengan AWS untuk menggabungkan infrastruktur cloud guna mengatasi kerentanan keamanan siber terkait AI. Kemitraan ini memastikan pemantauan berkelanjutan terhadap kerentanan pada beban kerja AI di AWS.

Perusahaan turut memperluas platform keamanan AI melalui kolaborasi dengan mitra seperti Databricks, Google Cloud, dan Microsoft Azure. Langkah terbaru adalah peluncuran fitur keamanan identitas baru untuk agen AI yang memungkinkan otorisasi tindakan secara real-time.

Berbagai perkembangan ini mempertegas komitmen CrowdStrike Holdings dalam memajukan standar keamanan di tengah perkembangan teknologi AI.

Reporter: Akbar