Krakatau Steel Alihkan Aset Hotel Rp312 Miliar ke HIN

ILUSTRASI, PT Krakatau Steel melalui anak usahanya memindahkan aset hotel senilai Rp312 miliar ke PT Hotel Indonesia Natour. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:38:14 WIB

CILEGON – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak perusahaannya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), mempunyai rencana untuk melaksanakan pemisahan usaha berupa aset hotel The Royale Krakatau Hotel kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Kamis (2/7/2026), PT HIN dan InJourney ialah pihak afiliasi dari perseroan. Hal ini disebabkan ketiganya berada di bawah kendali secara tidak langsung oleh pihak yang sama, yaitu Negara Republik Indonesia.

Lebih jauh, nilai dari transaksi ini menyentuh Rp312 miliar atau berkisar 2,58 persen dari ekuitas KRAS merujuk pada laporan keuangan tahunan yang diaudit per 31 Desember 2025, yang tercatat sebesar USD725,51 juta.

Manajemen KRAS memaparkan bahwa rencana pelepasan aset hotel ini menjadi langkah kelanjutan dari arahan PT Danantara Asset Management (Persero) terkait konsolidasi hotel BUMN serta penataan portofolio bisnis.

Langkah ini mempertimbangkan Surat Danantara No. SR.216/DI-DAM/DO/2025 tanggal 28 November 2025 perihal Pengalihan Operatorship kepada HIN.

"Transaksi ini diharapkan dapat memperkuat posisi bisnis, meningkatkan sinergi, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi PT KSI maupun perseroan dan grup perseroan," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, keuntungan yang diharapkan dapat diperoleh oleh perseroan lewat pelaksanaan transaksi ini antara lain adalah sanggup mendukung fokus bisnis PT KSI, menekan eksposur terhadap risiko operasional dari bisnis perhotelan, serta berjalan selaras dengan arah konsolidasi sekaligus optimalisasi portofolio bisnis di bawah Danantara.

Sebagai informasi pelengkap, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuka peluang kemitraan bersama investor strategis pada sektor perhotelan setelah proses konsolidasi 120 hotel BUMN berjalan.

Ke depannya, semua aset hotel tersebut akan diposisikan di bawah PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality.

Reporter: Gemilang Ramadhan