Sentimen Inflasi dan Rupiah Tekan IHSG, Analis Sarankan Saham Ini

Ilustrasi: IHSG berpotensi terkoreksi di tengah tekanan inflasi dan nilai tukar rupiah. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 01 Juli 2026 | 14:36:03 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berisiko terkoreksi pada perdagangan Rabu (1/7/2026) setelah sebelumnya merosot 3,05 persen ke level 5.643. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi area support IHSG berada di 5.619 dengan resistance di 5.722.

Rilis data inflasi Indonesia dan tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi faktor yang terus dicermati investor. "Untuk Rabu, kami memperkirakan akan ada rilis data inflasi Indonesia dan juga investor masih mengamati pergerakan nilai tukar rupiah. Untuk IHSG sendiri masih rawan koreksi dengan support 5.619 dan resist 5.722," ujar Herditya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di tengah potensi koreksi ini, Herditya merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target Rp 8.325–Rp 8.850. Selain itu, terdapat saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di rentang Rp 910–Rp 1.100 serta PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di kisaran Rp 4.340–Rp 4.750.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut pasar masih menanti kepastian sentimen global maupun domestik. "Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah seiring pelaku pasar yang masih menunggu kepastian dari berbagai sentimen global," ucap Nico, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sentimen eksternal dipengaruhi oleh pergerakan bursa Asia yang cenderung variatif di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran serta kebijakan moneter The Fed. Sementara itu, tekanan domestik datang dari nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp 17.900 per dolar Amerika Serikat.

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, merekomendasikan buy on weakness untuk saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan support Rp 1.135 serta resistance Rp 1.315 dan Rp 1.450. Saham LSIP sebelumnya ditutup melemah 3,79 persen ke level Rp 1.270.

Analis Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menyarankan strategi buy on weakness untuk saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan alokasi maksimal 10 persen dari portofolio. Saham ERAA memiliki support di Rp 340 dan resistance di Rp 366 setelah ditutup melemah 1,69 persen ke level Rp 350.

Terakhir, analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki, merekomendasikan buy on weakness untuk saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Saham tersebut memiliki support di Rp 490 dan resistance di Rp 625, setelah ditutup turun 0,89 persen ke level Rp 555.

Reporter: Akbar