Pemegang Saham SGRO Setujui Dividen Rp351 Miliar dari Laba 2025
JAKARTA – PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) bersiap mengucurkan dividen tunai untuk seluruh pemegang sahamnya. Emiten kelapa sawit yang berada di bawah naungan POSCO tersebut menetapkan nilai dividen tunai mencapai Rp351 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Keputusan pembagian keuntungan ini disepakati lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Graha CIMB Niaga, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026).
Para pemegang saham memberikan persetujuan atas rencana alokasi penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2025 sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Melalui RUPST tersebut, pemegang saham menyepakati persentase dividen sebesar 97,5 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sepanjang tahun lalu, emiten CPO ini berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp360 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sementara itu, sisa laba sebesar Rp8,68 miliar bakal dialokasikan sebagai saldo laba ditahan demi mendukung ekspansi bisnis perseroan beserta entitas anak usahanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Hingga posisi 31 Desember 2025, saldo laba milik perseroan yang belum dicadangkan penggunaannya tercatat sebesar Rp4,29 triliun sebagaimana dilansir dari berita sumber. Di sisi lain, total ekuitas perseroan berada di angka Rp5,04 triliun sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mengacu pada asumsi bahwa dividen ini akan disalurkan kepada 1,82 miliar lembar saham, maka nominal dividen yang diterima adalah sebesar Rp192,8 per lembar saham sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Jumlah dividen ini mengalami penurunan sebesar 41,6 persen jika dikomparasikan dengan tahun buku 2024 yang saat itu menyentuh Rp330 per lembar saham sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Saat ini, harga saham SGRO bertengger pada posisi Rp2.900 per lembar saham sebagaimana dilansir dari berita sumber. Berdasarkan tingkat harga tersebut, rasio keuntungan dividen ini memberikan imbal hasil (yield) berkisar 6,65 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.