Lunasi Obligasi Rp90 Miliar SGER Raih Kontrak Jumbo dari Vietnam

ILUSTRASI, PT Sumber Global Energy siapkan dana Rp90 miliar untuk pelunasan obligasi jatuh tempo Juli 2026. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 29 Juni 2026 | 15:13:46 WIB

JAKARTA – Emiten batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) telah mengalokasikan dana sebesar Rp90 miliar untuk melunasi surat utang yang akan segera jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2026.

Sekretaris Perusahaan SGER, Michael Harold, mengungkapkan bahwa perseroan sudah mempersiapkan dana tersebut untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk. Tahap I Tahun 2024 Seri B.

"Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy, Tbk Tahap I Tahun 2024 Seri B sebesar Rp90 miliar siap untuk dilunasi sesuai dengan tanggal jatuh tempo," tulis Michael melalui keterbukaan informasi sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Minggu (28/6/2026).

Surat utang Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk Tahap I Tahun 2024 Seri B ini dijadwalkan jatuh tempo pada 10 Juli 2026.

Di samping itu, SGER baru-baru ini juga berhasil mengamankan kontrak pengiriman komoditas batu bara ke negara Vietnam dengan nilai fantastis mencapai US$154,68 juta, atau berkisar Rp2,68 triliun (menggunakan acuan kurs Rp17.300 per dolar AS).

Kesepakatan pasokan batu bara tersebut ditujukan untuk mendukung jalannya operasional komersial dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Song Hau 1 di Vietnam selama rentang waktu tahun 2026 hingga 2027.

"Kontrak ini menandakan kembalinya SGER secara kuat ke Vietnam, salah satu pasar energi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara," kata Direktur Utama SGER Welly Thoma sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Welly menilai bahwa perolehan kontrak dengan nilai yang sangat besar ini menjadi bukti kesuksesan dari perseroan meski tengah dihadapkan pada situasi pasar komoditas yang penuh tantangan. Sebelum menembus pasar Vietnam, SGER diketahui telah lebih dulu mengantongi kontrak pasokan batu bara di sejumlah negara Asia lain, seperti Filipina dan Bangladesh.

Berdasarkan data pada laporan keuangan kuartal I/2026 yang belum diaudit, SGER berhasil membukukan total pendapatan bersih sebesar Rp2,50 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 1,6% secara year on year (YoY).

Kontribusi terbesar sebanyak 75% atau senilai Rp1,87 triliun dari keseluruhan pendapatan perseroan disumbang oleh lini bisnis batu bara. Peringkat kedua ditempati oleh kokas minyak bumi dengan porsi sebesar 18% yang menghasilkan Rp450,87 miliar.

Selain kedua sektor tersebut, lini bisnis nikel turut menyumbangkan pendapatan sebesar Rp147,10 miliar, diikuti oleh sektor pasir dan kapur senilai Rp25,61 miliar, produk solar sebesar Rp2,15 miliar, serta produk kelapa sawit yang memberikan kontribusi sebesar Rp1,50 miliar.

Reporter: Gemilang Ramadhan