IHSG Senin Hari Ini Diprediksi Sideways, Lirik Saham Pilihan

Ilustrasi: IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan support di 5.809 dan resistance di 5.906 pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Senin, 29 Juni 2026 | 15:13:46 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan hari Senin (29/6/2026). Tren terbatas ini terjadi usai indeks mengalami pelemahan sebesar 1,72 persen pada sesi transaksi Jumat pekan lalu.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada di kisaran support 5.809 serta resistance 5.906. Menurutnya, "Untuk Senin kami perkirakan pergerakan IHSG akan cenderung terbatas dengan support berada di 5.809 dan resistance berada di 5.906," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan pergerakan modal asing di bursa saham. Di samping itu, para pelaku pasar juga menanti publikasi data ketenagakerjaan Amerika Serikat seperti Non-Farm Payrolls yang dapat mengarahkan kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Fokus para pemodal di dalam negeri kini mengarah pada strategi efisiensi anggaran belanja pemerintah, utamanya yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis. Herditya memaparkan, "Dengan sentimen yang dapat kami perkirakan, pertama, investor masih akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah and arus pergerakan dana di pasar saham. Kedua, investor masih akan wait and see akan data tenaga kerja dan NFP AS. Tiga investor juga akan mencermati rencana efisiensi anggaran pemerintah," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Menghadapi sesi perdagangan di awal pekan ini, para investor ritel disarankan untuk memperhatikan pergerakan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan target harga Rp 364-Rp 378. Selain itu, saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan target Rp 3.170-Rp 3.410 dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) pada rentang Rp 1.725-Rp 1.755 juga layak dicermati.

Berbagai analis lainnya turut merekomendasikan jajaran emiten yang diproyeksikan mampu mencetak performa tangguh di tengah depresiasi mata uang rupiah. Beberapa emiten tersebut di antaranya adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), hingga PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Laju bisnis korporasi-korporasi tersebut diperkirakan lebih kokoh lantaran porsi pendapatan mereka mayoritas berbasis mata uang dolar AS. Sementara itu, sebagian besar pengeluaran operasional perusahaan-perusahaan tersebut masih dialokasikan menggunakan mata uang rupiah.

Adapun daftar emiten yang direkomendasikan dengan status beli meliputi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) bertarget Rp 11.200 dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga Rp 6.300. Selanjutnya, terdapat pula PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan target Rp 3.500 serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan target harga Rp 34.200.

Reporter: Akbar