Lahan Hibah LPCK di Meikarta Bernilai Buku Rp291 Miliar

ILUSTRASI, Lahan hibah seluas 30 hektare di Meikarta bernilai buku Rp291 miliar dari LPCK kepada pemerintah. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 29 Juni 2026 | 14:22:39 WIB

JAKARTA – Perusahaan properti PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) menyampaikan klarifikasi terkait lahan yang dihibahkan secara gratis kepada pihak pemerintah guna menyukseskan proyek pembangunan rumah susun (rusun) subsidi yang berlokasi di Area Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pimpinan Tertinggi LPCK Agus Arismunandar menyampaikan bahwa tanah yang diserahkan tersebut merupakan milik sah dari perusahaan beserta anak usahanya. Area tersebut tercatat ke dalam pos persediaan sekaligus lahan pengembangan milik LPCK dan entitas anaknya.

"Nilai buku atas lahan yang akan dihibahkan adalah sekitar Rp291 miliar," tulis Agus dalam keterbukaan informasi sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Minggu (28/6/2026).

Efek dari penyerahan aset ini akan memicu penurunan pada jumlah aset dan ekuitas emiten berkode saham LPCK tersebut sebesar Rp291 miliar karena munculnya beban hibah tanah dengan nilai yang sama.

Kendati demikian, langkah korporasi ini dipastikan tidak termasuk ke dalam golongan transaksi material, transaksi afiliasi, ataupun jenis transaksi yang memuat benturan kepentingan.

Pada periode awal tahun ini, pihak pemerintah memang telah memulai pengerjaan proyek rusun subsidi di wilayah Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan ini merupakan bagian dari program target 3 juta rumah yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani memaparkan bahwa kawasan pembangunan tersebut memakai area seluas 30 hektar yang akan diselesaikan secara bertahap, dengan target hunian yang dibangun menyentuh angka total 14.000 unit apartemen.

"Kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kami akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya kalau jadi dengan 32 lantai, kurang lebih itu antara Rp14 [triliun] sampai Rp16 triliun," kata Rosan waktu itu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rosan menambahkan bahwa Danantara akan mengambil peran selaku penyedia modal utama. Sementara untuk eksekusi di lapangan, Danantara bakal mengerahkan sejumlah BUMN Karya untuk saling bersinergi.

"Dari pembiayaan kami akan dukung secara full. Di kami, kan, ada BUMN-BUMN Karya yang kami bekerja sama juga di dalam proyek ini. Tentunya bersama kontraktor swasta lainnya, kami akan berkolaborasi. Jadi, itu peran Danantara di proyek Meikarta ini," tegasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai informasi, megaproyek Meikarta dikembangkan oleh PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), yang berstatus sebagai anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK). Kawasan seluas 30 hektare tersebut merupakan aset tanah hibah yang diberikan oleh Lippo Grup kepada pemerintah.

Reporter: Gemilang Ramadhan