Direktur Akumulasi Saham REAL Jelang RUPST dan Ekspansi
JAKARTA – PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) terus mendorong transformasi bisnisnya dari pengembang properti konvensional beralih ke sektor infrastruktur digital. Di tengah upaya ekspansi tersebut, Direktur sekaligus Corporate Secretary REAL, Sjafardamsah, merealisasikan pembelian sebanyak 2 juta saham perseroan di pasar reguler.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi transaksi ini meningkatkan porsi kepemilikan saham Sjafardamsah yang sebelumnya nihil menjadi sebesar 0,03% dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Pihak manajemen mengungkapkan bahwa pembelian saham tersebut ditujukan untuk investasi dengan status kepemilikan langsung oleh jajaran direksi perseroan.
"Transaksi pembelian ini bertujuan untuk investasi dengan pola kepemilikan saham secara langsung oleh Sjafardamsah," sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Rabu (24/6/2026).
Aksi akumulasi saham oleh pihak manajemen ini bergulir menjelang pergelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan bakal berlangsung pada tanggal 29 Juni 2026.
Di lingkungan pasar modal, langkah pembelian saham oleh jajaran direksi umumnya dinilai sebagai indikator optimisme terhadap prospek usaha perusahaan di masa mendatang. Langkah ini selaras dengan strategi ekspansi yang sedang digulirkan perseroan.
Di samping menggarap proyek hunian serta kawasan komersial, REAL mulai merambah ke ranah properti digital, yang mencakup pengembangan fasilitas data center.
Hingga saat ini, proyek data center tersebut masih dalam tahap persiapan serta penjajakan kemitraan dengan sejumlah calon mitra strategis.
Perseroan memproyeksikan segmen baru tersebut berpotensi besar menjadi ceruk pertumbuhan baru di luar bidang properti tradisional.
Pada sisi lain, REAL tetap berkonsentrasi menggarap proyek-proyek properti yang tengah berjalan. Perseroan masih bertumpu pada penjualan proyek Botanical Puri Asri di Depok selaku salah satu penyumbang utama pendapatan.
Tidak hanya itu, REAL sedang mematangkan proyek baru di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, serta Pondok Cabe, Tangerang Selatan, yang saat ini masih dalam fase pengembangan lahan dan pengurusan perizinan.
Perseroan juga menggalang kerja sama operasi bersama Riscon Group demi membangun proyek perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat.
Pihak manajemen memandang proyeksi industri properti masih terbilang cukup positif. Berbagai kebijakan dari pemerintah seperti perpanjangan stimulus PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) hingga tahun 2027, relaksasi loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) mencapai 100%, serta tingkat inflasi yang relatif terkendali dipercaya mampu menyokong permintaan properti.
Sepanjang tahun ini, REAL mematok target penjualan sebanyak 24 unit dari portofolio berbagai proyek yang tengah digarap. Perseroan juga berupaya mendongkrak pendapatan berulang (recurring income), memperlebar kemitraan strategis, sekaligus memperkuat lini pemasaran lewat berbagai kanal penjualan.
Selain memantau perkembangan ekspansi bisnis, para investor juga menantikan keputusan terkait alokasi laba bersih tahun buku 2025 yang bakal dibahas dalam agenda RUPST mendatang.
Pihak manajemen menyampaikan, apabila memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, pembagian dividen berpeluang besar untuk direalisasikan pada bulan Juli 2026 sesuai dengan lini masa yang telah ditetapkan perseroan.