Harga Sembako Jawa Timur 25 Juni 2026: Beras dan Minyak Melonjak

Situasi pasar. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 25 Juni 2026 | 12:08:38 WIB

SURABAYA – Perkembangan harga jual kebutuhan pokok di wilayah Jawa Timur (Jatim) terpantau terus mengalami pergerakan yang dinamis dari waktu ke waktu. Pada perdagangan hari ini, harga untuk seluruh varian beras, semua jenis minyak goreng, serta gas elpiji dilaporkan bergerak naik.

Sebaliknya, nilai jual untuk komoditas daging ayam kampung, telur ayam kampung, serta seluruh macam cabai terpantau mengalami penurunan.

Mencermati perkembangan harga kebutuhan dasar setiap hari merupakan aktivitas yang krusial bagi masyarakat. Selain berguna untuk mempermudah konsumen dalam menyusun estimasi belanja harian, data tersebut juga sangat penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah ketidakpastian harga pasar.

Sembako sendiri merupakan akronim dari sembilan bahan pokok. Komoditas ini merupakan kebutuhan primer yang senantiasa diperlukan masyarakat setiap harinya dalam rangka memenuhi kebutuhan nutrisi serta kebutuhan operasional rumah tangga lainnya.

Sembilan jenis kebutuhan utama masyarakat tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Di luar dari sembilan komoditas dasar tersebut, harga kebutuhan dapur lainnya yang memiliki peran tidak kalah penting ialah cabai.

Berikut merupakan rincian harga kebutuhan pokok terbaru di wilayah Jawa Timur, Kamis 25 Juni 2026, yang dihimpun dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur:

  • Beras Premium: Rp 15.009/kg
  • Beras Medium: Rp 12.944/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.190/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.775/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 22.097/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.653/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.360/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 124.926/kg
  • Daging ayam ras: Rp 31.443/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 69.282/kg
  • Telur ayam ras: Rp 24.671/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 44.907/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.592 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.563 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.133 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.124 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.826
  • Garam halus: Rp 9.040/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 33.780/kg
  • Cabai merah besar: Rp 32.618/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 43.428/kg
  • Bawang merah: Rp 39.631/kg
  • Bawang putih: Rp 34.865/kg
  • Gas elpiji: Rp 20.017

Berdasarkan pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur (Jatim) hari ini, beras premium merangkak naik sebesar Rp 49 atau 0,32%, beras medium menanjak Rp 5 atau 0,04%, dan minyak goreng curah melonjak Rp 332 atau 1,62%.

Selanjutnya, minyak goreng premium mengalami kenaikan Rp 316 atau 1,45%, minyak goreng kemasan sederhana bertambah Rp 32 atau 0,17%, Minyakita naik Rp 33 atau 0,20%, serta gas elpiji naik sebesar Rp 151 atau 0,76%.

Di sisi lain, harga daging ayam kampung merosot Rp 1.132 atau 1,61 persen, telur ayam kampung menyusut Rp 1.246 atau 2,70 persen, cabai merah keriting terpangkas Rp 1.055 atau 3,03%, cabai merah besar melorot Rp 1.789 atau 5,20%, serta cabai rawit merah turun Rp 1.994 atau 4,39%.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan tarif kebutuhan pokok dipicu oleh berbagai macam komponen, mulai dari ongkos operasional produksi, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga faktor cuaca. Berikut merupakan beberapa indikator yang memengaruhi dinamika naik turunnya harga sembako:

  • Apabila permintaan pasar meningkat sementara ketersediaan barang tetap atau berkurang, maka harga cenderung bergerak naik. Sebaliknya, bila pasokan barang lebih melimpah dibandingkan permintaan, harga berpotensi mengalami penurunan.
  • Kondisi cuaca ekstrem, bencana alam, maupun pergeseran musim dapat mengganggu produktivitas di sektor pertanian. Keterbatasan pasokan akibat cuaca buruk berpotensi memicu lonjakan harga di pasar.
  • Kebijakan mengenai impor, subsidi, instrumen pajak, atau aturan lain yang dirilis oleh pemerintah dapat mengintervensi nilai jual kebutuhan pokok. Contohnya meliputi pembatasan kuota impor atau perubahan regulasi tarif pajak.
  • Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, hingga upah minimum pekerja dapat meningkatkan total ongkos produksi serta biaya logistik, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual sembako.
  • Pergerakan nilai tukar mata uang asing, terutama jika komoditas pokok diperoleh melalui impor, dapat memengaruhi harga. Pelemahan mata uang lokal akan mengakibatkan harga barang impor menjadi lebih mahal.
  • Laju inflasi yang tinggi memiliki kecenderungan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok akibat meningkatnya biaya barang dan jasa. Situasi perekonomian yang tidak menentu dapat memperparah kondisi tersebut.
  • Kendala pada jalur logistik seperti kemacetan, aksi mogok kerja, atau hambatan operasional lainnya dapat memicu keterlambatan pengiriman, sehingga memotong pasokan dan menaikkan biaya di pasar.

Kombinasi dari berbagai faktor tersebut mengakibatkan nilai jual kebutuhan pokok sering berubah, sehingga memerlukan pengawasan intensif serta regulasi strategis yang tepat guna menjaga stabilitas pasar. 

Nilai sembako juga memiliki potensi berbeda di masing-masing pasar, di mana angka-angka di atas merupakan cerminan dari harga rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.

Reporter: Ibtihal