Bitcoin Jatuh ke Rp1,12 Miliar Terseret Aksi Jual Saham Teknologi

Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Unsplash)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:47:41 WIB

JAKARTA – Harga Bitcoin (BTC) melemah pada Rabu (24/6/2026) pagi, menyusul gelombang aksi jual di bursa saham teknologi AS yang ikut menekan performa aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 07.00 WIB, total kapitalisasi pasar kripto dunia menyusut 1,87% menuju level US$ 2,15 triliun.

Di waktu yang sama, harga Bitcoin (BTC) terpangkas 1,89% ke posisi US$ 62.708 per koin atau setara Rp 1,12 miliar (menggunakan estimasi kurs Rp 17.923 per dolar AS).

Indeks CoinDesk 20 yang memantau kinerja 20 aset kripto utama meluncur turun 2,65%. Ethereum anjlok 3,41% ke posisi US$ 1.666, Binance (BNB) menyusut 2% ke angka US$ 577, XRP melemah 1,69% menjadi US$ 1,1, Dogecoin (DOGE) berkurang 4,28% ke level US$ 0,07, dan Solana (SOL) minus 3,11% di harga US$ 69,63.

Mengutip Tradingview, pergerakan bitcoin (BTC) kembali tertekan akibat derasnya aksi jual pada bursa saham teknologi global yang turut memberikan dampak negatif bagi aset berisiko, termasuk pasar kripto.

Pelemahan ini terjadi setelah bursa saham teknologi dunia mengalami koreksi tajam, dipicu oleh kembalinya kekhawatiran pelaku pasar terhadap tingginya biaya investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).

Bitcoin dilaporkan sempat tergelincir di bawah level US$ 60.000 pada awal Juni sebelum akhirnya kembali naik, meskipun sepanjang bulan ini pergerakannya lebih sering tertahan di bawah area US$ 65.000.

Melihat dari arus modal, produk ETF Bitcoin spot yang melantai di AS masih berada dalam situasi sulit, dengan akumulasi aliran dana keluar mencapai sekitar US$ 2,4 miliar sepanjang Juni. Kondisi ini ikut menekan sentimen psikologis para pemodal di pasar kripto.

Saham-saham yang berkaitan dengan industri kripto pun ikut membukukan penurunan. Strategy Inc. melemah selama lima sesi berturut-turut dan nilainya telah berkurang lebih dari 20% dalam waktu seminggu.

Coinbase Global Inc terkoreksi di atas 4%, sementara Circle Internet Group Inc jatuh hingga melampaui 5%.

Tekanan negatif ekstra datang dari kebijakan Strategy yang diinfokan mulai menjual sebagian kepemilikan aset Bitcoin mereka untuk kali pertama setelah beberapa tahun terakhir, di samping penggunaan saham biasa dalam beberapa pekan belakangan untuk mendanai pembelian, sehingga memicu kekhawatiran terjadinya dilusi bagi para investor.

Reporter: Ibtihal