Premi Personal Accident Asuransi YOII Tumbuh 30 Persen Hingga Mei 2026

Logo PT Asuransi Digital Bersama Tbk (Sumber Gambar : mediaasuransinews.co.id)
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:47:30 WIB

JAKARTA – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menorehkan pertumbuhan positif pada lini bisnis personal accident (PA) sampai Mei 2026 di tengah situasi industri asuransi umum yang dinamis. Corporate Secretary YOII Rahmat Dwiyanto menyebutkan bahwa premi bruto dari lini personal accident perusahaan mengalami kenaikan sekitar 30% secara tahunan. Perkembangan ini dipicu oleh pelebaran jalur distribusi serta modifikasi produk agar kian sesuai dengan keperluan publik.

“Per Mei 2026, lini bisnis personal accident perseroan menunjukkan kinerja yang positif. Premi bruto tumbuh sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (22/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Beriringan dengan lonjakan premi, jumlah klaim dalam lini tersebut pun dikabarkan merangkak naik kisaran 60% yoy.

Walau begitu, jajaran manajemen memandang rasio klaim tetap berada pada level yang sehat dan cukup stabil, sehingga penetrasi bisnis tetap dilangsungkan berbarengan dengan tata kelola risiko yang prudent.

Rahmat memaparkan bahwa hasil yang dicapai lini personal accident ini ditunjang oleh langkah taktis perseroan dalam menyusun produk yang adaptif terhadap pola hidup masyarakat modern saat ini.

"Kami memanfaatkan data analytics untuk menjalankan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran serta terus memperluas kemitraan strategis, termasuk melalui kanal digital, guna mendorong pertumbuhan bisnis," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sudut lain, catatan dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) justru menampilkan tren yang kontras di sektor industri.

Sepanjang kuartal I-2026, perolehan premi lini personal accident pada industri asuransi umum merosot sekitar 31,3% menjadi kisaran Rp786 miliar dari capaian Rp1,14 triliun di kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, angka klaim dalam jangka waktu tersebut terpantau merosot lebih jauh sebesar 53,9% menjadi sekitar Rp110 billion dari rentang Rp239 miliar pada kuartal I-2025. Penurunan klaim yang lebih tajam ini mengakibatkan rasio klaim industri menciut dari kisaran 21% menjadi 14%.

AAUI menjelaskan bahwa situasi tersebut lebih didominasi oleh pengaruh pola distribusi, aliansi korporasi, serta peralihan produk ke format bundling dan embedded insurance, bukan murni akibat menyusutnya animo pasar.

YOII menyatakan komitmen optimis mereka mengenai masa depan lini personal accident ke depannya.

Pihak manajemen menekankan akan terus mendahulukan ketatnya tata kelola risiko, penyaringan risiko yang prudent, serta peningkatan aspek underwriting untuk mempertahankan mutu pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi serta kemampuan beli masyarakat yang terus bergerak dinamis.

Reporter: Gemilang Ramadhan