Masuk Jajaran Fortune 500, Pendapatan Pupuk Indonesia Naik

ILUSTRASI, PT Pupuk Indonesia (Sumber Gambar : Net)Media
Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09:44 WIB

JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali sukses mengukuhkan posisinya di dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026. Pemeringkatan ini memuat 500 perusahaan yang memiliki pendapatan paling besar di wilayah Asia Tenggara untuk tahun fiskal 2025. Dalam peringkat tersebut, Pupuk Indonesia menempati urutan ke-68 usai membukukan pendapatan audited sebesar Rp90,4 triliun, atau tumbuh hingga 10% dibanding tahun sebelumnya.

Prestasi ini memperlihatkan fundamental bisnis perusahaan yang kian kokoh. Capaian ini dipicu oleh langkah transformasi tata kelola serta peningkatan efisiensi yang diterapkan secara berkelanjutan, selaras dengan upaya memperkuat daya saing industri pupuk di ranah domestik.

Berdasarkan penjelasan Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, hasil positif ini diraih berkat adanya keseimbangan antara manajemen bisnis yang sehat dan pelaksanaan tugas strategis perusahaan dalam mengawal ketahanan pangan nasional.

“Fondasi yang dibangun melalui transformasi tata kelola dan efisiensi memungkinkan kami untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat daya saing dan membuka ruang pertumbuhan jangka panjang,” ujar Yehezkiel dalam keterangannya, Senin (22/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Yehezkiel memaparkan bahwa penguatan sektor fundamental perusahaan ini juga memperoleh dukungan dari kebijakan reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang diterapkan oleh pemerintah.

Langkah simplifikasi rantai distribusi melalui Perpres No 6/2025 terbukti mampu mempercepat penyampaian pupuk kepada para petani sekaligus mendongkrak efektivitas dari program subsidi tersebut.

Kebijakan reformasi tersebut kian diperkuat oleh Perpres No 113/2025 yang mengalihkan skema subsidi dari metode cost plus menjadi mark-to-market. 

Regulasi ini menata ulang struktur pendanaan di industri pupuk sekaligus memberikan ruang yang lebih lebar bagi perusahaan guna merealisasikan investasi produktif, termasuk program revitalisasi.

Yehezkiel pun menambahkan bahwa efisiensi yang sukses diwujudkan tidak hanya berdampak positif terhadap performa internal perusahaan, tetapi juga memberikan kegunaan konkret bagi para petani yang menjadi konsumen utama pupuk bersubsidi.

“Efisiensi membuat penyaluran pupuk menjadi lebih efektif, sekaligus membuka ruang investasi strategis. Di sisi lain, manfaatnya juga kembali ke petani melalui penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% sejak Oktober 2025,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saat ini, manajemen Pupuk Indonesia tengah memacu program revitalisasi dengan menetapkan target pembaruan serta pembangunan tujuh unit pabrik dalam periode lima tahun ke depan. Agenda berskala besar ini dipersiapkan demi meningkatkan efisiensi energi, memperbanyak kapasitas produksi, serta mengawal keandalan operasional.

Salah satu rencana proyek yang saat ini telah selesai digarap yaitu Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur. Proyek tersebut terbukti sukses mereduksi tingkat konsumsi gas sampai di atas 10% dan meningkatkan efisiensi dari aspek operasional.

Selain berkonsentrasi pada agenda revitalisasi, perusahaan juga memperkuat sektor hilirisasi melalui pelaksanaan beberapa proyek strategis. 

Sejumlah proyek tersebut di antaranya mencakup pembangunan pabrik soda ash berkapasitas mencapai 300.000 ton per tahun di daerah Bontang, Kalimantan Timur, serta pelaksanaan proyek pabrik metanol untuk memenuhi kebutuhan industri domestik sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional.

Reporter: Gemilang Ramadhan