Pendapatan Naik 10 Persen Pupuk Indonesia Dorong Revitalisasi

ILUSTRASI, PT Pupuk Indonesia (Sumber Gambar : Net)Kolaborasi
Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09:44 WIB

JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat fondasi bisnisnya dengan cara meningkatkan efisiensi, menjalankan transformasi tata kelola, serta mempercepat program revitalisasi dan hilirisasi. Langkah krusial tersebut diterapkan perusahaan guna menjaga tren pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing industri pupuk di pasar nasional.

Pada tahun buku 2025, Pupuk Indonesia berhasil membukukan pendapatan audited senilai Rp90,4 triliun, atau tumbuh sebesar 10% jika dibandingkan dengan tahun fiskal sebelumnya.

Pencapaian positif ini terealisasi berkat penguatan tata kelola bisnis serta efisiensi operasional, yang memberikan ruang finansial lebih luas bagi korporasi untuk menjalankan investasi strategis. Kokohnya fundamental bisnis perusahaan ini juga ditopang oleh reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang dijalankan pemerintah.

Melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, sistem distribusi pupuk diubah menjadi lebih sederhana sehingga mempercepat penyaluran sampai ke tingkat petani serta meningkatkan efektivitas program subsidi tersebut.

Langkah reformasi itu kemudian diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, yang mengubah skema subsidi pupuk dari metode cost plus menjadi market-to-market. Perubahan kebijakan ini dinilai mampu memperbaiki struktur pembiayaan industri pupuk, sekaligus memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi perusahaan untuk merealisasikan investasi produktif.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menyatakan bahwa penguatan tata kelola dan efisiensi menjadi fondasi utama bagi korporasi untuk mempertahankan kinerja sekaligus mempercepat ekspansi bisnis. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Yehezkiel dalam keterangan resmi mengungkapkan:

“Fondasi tersebut memungkinkan kami untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat investasi yang memperkuat daya saing dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan,”

Fleksibilitas investasi yang semakin terbuka lebar saat ini diarahkan untuk mempercepat program revitalisasi pabrik dan ekspansi bisnis ke sektor hilir. 

Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Pupuk Indonesia menargetkan pembangunan dan peremajaan tujuh pabrik guna mendongkrak efisiensi energi, kapasitas produksi, serta keandalan operasional secara menyeluruh.

Salah satu agenda yang telah dirampungkan adalah proyek revamping pabrik amonia Pabrik-2 milik Pupuk Kalimantan Timur. Agenda tersebut berhasil memangkas tingkat konsumsi gas hingga di atas 10%, sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional korporasi.

Pada sektor hilirisasi, Pupuk Indonesia terus memperluas portofolio bisnisnya melalui serangkaian proyek strategis. Saat ini, perusahaan tengah membangun pabrik soda ash berkapasitas 300.000 ton per tahun di Bontang, Kalimantan Timur, sekaligus menggarap proyek pabrik metanol demi memenuhi kebutuhan industri dalam negeri serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Melalui rangkaian proyek tersebut, korporasi berharap dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian domestik, mengurangi ketergantungan pada impor komoditas strategis, serta meningkatkan daya saing industri pupuk tanah air di kancah regional.

Sejalan dengan penguatan lini bisnis itu, Pupuk Indonesia kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026, yang merangkum 500 korporasi terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun buku 2025. Dalam pemeringkatan tersebut, Pupuk Indonesia menempati posisi ke-68. 

Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan korporasi dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah pelaksanaan tugas strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Reporter: Gemilang Ramadhan