Minyak Goreng Naik, Ini Harga Sembako Terbaru Jatim 22 Juni 2026

Ilustrasi Minyak Goreng. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Senin, 22 Juni 2026 | 14:47:32 WIB

SURABAYA - Harga jual sembilan bahan pokok di kawasan Jawa Timur (Jatim) terus menunjukkan pergerakan yang fluktuatif setiap harinya. 

Pada transaksi hari ini, komoditas minyak goreng, daging sapi, serta gas elpiji tabung 3 kg mengalami kenaikan harga, sedangkan bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, telur ayam ras, daging ayam ras, beserta daging ayam kampung terpantau menurun.

Memantau pergerakan harga kebutuhan pokok setiap waktu merupakan hal yang penting. Bukan sekadar memudahkan warga dalam memperhitungkan estimasi belanja harian, pembaruan informasi ini pun krusial demi menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di saat kondisi harga barang naik turun.

Pembaruan Harga Sembako 22 Juni 2026 Sembako ialah singkatan dari sembilan bahan pokok. Komoditas ini merupakan bahan pangan mendasar yang selalu dibutuhkan oleh warga dalam aktivitas sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus keperluan domestik lainnya. 

Sembilan macam kebutuhan primer masyarakat tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng beserta mentega, daging sapi serta daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah beserta bawang putih, gas elpiji serta minyak tanah, dan juga garam.

Di luar sembilan komoditas primer tersebut, nilai jual kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah rumpun cabai. Di bawah ini dihadirkan daftar harga sembako paling baru di wilayah Jawa Timur pada Senin 22 Juni 2026 pukul 09.52 WIB, yang diperoleh melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur yang dibuat sejajar ke bawah:

  • Beras Premium: Rp 14.933/kg
  • Beras Medium: Rp 12.929/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.172/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.779/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.600/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.641/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.324/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 125.504/kg
  • Daging ayam ras: Rp 31.993/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 68.672/kg
  • Telur ayam ras: Rp 24.959/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 46.304/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.493 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.458 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.723 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.069 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.823
  • Garam halus: Rp 9.245/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 36.663/kg
  • Cabai merah besar: Rp 35.488/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 48.956/kg
  • Bawang merah: Rp 40.738/kg
  • Bawang putih: Rp 34.833/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.912

Menilik pada harga rata-rata kebutuhan pokok di Jawa Timur pada hari ini, minyak goreng menguat Rp 337 atau setara 1,65 persen, daging sapi bagian paha belakang menanjak Rp 216 atau sekitar 0,17 persen, serta gas elpiji ukuran 3 kg terkerek Rp 46 atau sebesar 0,23 persen.

Di sisi berbeda, komoditas bawang merah menyusut Rp 1.651 atau sebesar 3,89 persen, bawang putih berkurang Rp 420 atau sekitar 1,19 persen, cabai merah keriting terpangkas Rp 1.186 atau setara 3,13 persen, serta cabai merah besar merosot Rp 2.829 atau sekitar 7,38 persen.

Selanjutnya, cabai rawit merah anjlok Rp 6.351 atau sebesar 11,48 persen, telur ayam ras berkurang Rp 262 atau sekitar 1,04 persen, daging ayam ras menyusut Rp 571 atau setara 1,75 persen, dan daging ayam kampung tergelincir Rp 1.846 atau sekitar 2,62 persen.

Faktor Perubahan Harga Sembako Naik turunnya nilai jual barang pokok dipicu oleh berbagai aspek. Mulai dari besarnya ongkos produksi, regulasi dari pihak pemerintah, pergerakan nilai mata uang, hingga aspek cuaca. Berikut merupakan beberapa elemen yang memengaruhi naik turunnya harga barang pokok.

  • Apabila tingkat permintaan melonjak namun jumlah penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung merangkak naik. Sebaliknya, bila kuantitas penawaran melimpah dibanding tingkat permintaan, nilai jual dapat turun.
  • Kondisi cuaca yang buruk, bencana alam, ataupun pergantian musim dapat mengganggu kegiatan produksi sektor pertanian. Kurangnya pasokan stok akibat faktor alam yang tidak bersahabat memicu lonjakan harga barang.
  • Kebijakan impor, pemberian subsidi, besaran pajak, atau aturan sejenis yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa berimbas pada harga barang pokok. Contohnya seperti kebijakan pembatasan keran impor ataupun pergeseran tarif pajak.
  • Kenaikan nilai beli bahan baku, pupuk, bahan bakar, ataupun gaji para pekerja sanggup menaikkan biaya produksi dan aspek logistik, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual sembako.
  • Fluktuasi kurs mata uang, terutama bila bahan pangan didatangkan dari luar negeri, dapat berimbas pada harga. Melemahnya mata uang domestik akan menjadikan harga barang-barang impor kian tinggi.
  • Tingkat inflasi yang tinggi berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok karena membengkaknya pengeluaran barang serta jasa. Situasi makroekonomi yang labil pun sanggup memperkeruh keadaan ini.
  • Gangguan pada alur distribusi semisal hambatan transportasi, aksi mogok kerja, ataupun problematika logistik lainnya dapat memicu keterlambatan pengiriman barang, mengurangi ketersediaan stok, dan memicu kenaikan harga jual.

Berbagai aspek tersebut memengaruhi nilai jual kebutuhan pokok sehingga kerap berubah-ubah, yang menuntut adanya pengawasan disertai kebijakan yang tepat demi menjaga stabilitas di pasar. Nilai jual kebutuhan pokok ini pun dapat berbeda-beda pada masing-masing pasar. Angka-angka di atas merupakan gambaran dari nilai rata-rata di wilayah Jawa Timur.

Reporter: Ibtihal