KAEF Incar Pasar Lansia Berpotensi Rp700 Triliun

ILUSTRASI, PT Kimia Farma Tbk (Sumber Gambar : Net)
Senin, 22 Juni 2026 | 14:06:48 WIB

JAKARTA – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) saat ini tengah membidik peluang di segmen lanjut usia melalui pembuatan program berupa layanan healthy ageing. Langkah tersebut dinilai berjalan beriringan dengan besarnya potensi pasar itu untuk jangka panjang, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai bahwa pasar healthy ageing ini memiliki prospek yang cerah, searah dengan tren peningkatan populasi lansia di Indonesia.

“Dengan proyeksi nilai pasar mencapai Rp 500 triliun hingga Rp 700 triliun pada 2045, KAEF memiliki peluang untuk memanfaatkan ekosistem yang sudah dimiliki,” ujarnya, Jumat (19/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menjelaskan, kelebihan KAEF terletak pada jaringan bisnis mereka yang telah saling terintegrasi, mencakup apotek, klinik, laboratorium, hingga fasilitas kesehatan lainnya.

Potensi peningkatan performa ini tidak hanya bersumber dari penjualan produk obat-obatan saja, melainkan juga lewat pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan yang kontinu bagi lansia.

Lewat analisisnya, ragam layanan seperti pengecekan kesehatan, kontrol penyakit kronis, asupan nutrisi, hingga fasilitas homecare berpotensi menjadi motor pertumbuhan yang baru untuk emiten tersebut.

Selain itu, keputusan merambah ke bidang pelayanan non-farmasi ini diperkirakan dapat mendongkrak perbaikan struktur keuntungan perseroan.

“Bisnis jasa kesehatan umumnya memiliki margin lebih baik dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga bahan baku maupun regulasi harga obat,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lebih dari itu, jasa pendukung seperti diagnostik, medical check-up, hingga manajemen kesehatan bagi lansia juga berpotensi menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) yang jauh lebih konsisten.

Azis pun menambahkan bahwa transformasi model usaha perseroan dari yang tadinya bersifat kuratif bergeser ke arah preventif merupakan sebuah keputusan strategis yang amat pas.

“Layanan preventif cenderung memiliki margin lebih tinggi dibanding distribusi obat-obatan yang relatif tipis. Selain itu, model ini memungkinkan perusahaan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui eksekusi metode tersebut, peluang untuk menjalankan strategi cross-selling pada aneka jenis layanan kesehatan lainnya juga diproyeksikan terbuka kian lebar.

Kendati demikian, Azis sejauh ini masih menetapkan rekomendasi netral untuk saham KAEF dengan target harga yang berada di rentang Rp 500 sampai Rp 520 per lembar saham.

Berdasarkan penilaiannya, para investor di pasar modal saat ini diprediksi masih akan terus mengamati serta menilai tingkat keberhasilan dari proses perubahan bisnis perseroan ini dalam mendongkrak performa ke depannya.

Reporter: Gemilang Ramadhan