PT Blue Bird Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp166 per Lembar Saham

ILUSTRASI, PT Blue Bird Tbk (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 19 Juni 2026 | 14:12:41 WIB

JAKARTA – Perusahaan transportasi milik keluarga Djokosoetono, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp415,35 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 65,3% dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk tahun buku 2025. Keputusan mengenai pembagian keuntungan ini telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026).

Direktur Keuangan BIRD, Irawaty Salim mengungkapkan bahwa keputusan RUPST dalam mengalokasikan laba bersih 2025 untuk dividen ini sejalan dengan kemampuan perusahaan dalam menjaga performa keuangan yang sehat serta konsistensi dalam mengeksekusi strategi jangka panjang. 

"RUPST menyepakati penetapan dividen tunai sebesar Rp166 per lembar saham, setara dengan 65,3% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sepanjang 2025," ujarnya dalam Public Expose, Kamis (18/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber. 

Walaupun mengalokasikan sebagian besar laba bersih sebagai dividen, Irawaty menambahkan bahwa perusahaan tetap mengalokasikan sisa laba bersih sebagai laba ditahan.

Dana tersebut ditujukan untuk menyokong kebutuhan modal kerja serta program ekspansi usaha. Strategi ini dinilai krusial karena perusahaan sedang gencar memperluas ekosistem mobilitas terintegrasi lewat pilar strategi 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment).

Para pemegang saham yang namanya masuk dalam Daftar Pemegang Saham per 30 Juni 2026 memiliki hak untuk menerima pembayaran dividen ini yang dijadwalkan pada 10 Juli 2026.

Di samping itu, pembagian dividen ini terealisasi berkat capaian performa keuangan yang menembus rekor tertinggi sejak Bluebird pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan berkode saham BIRD ini berhasil mengantongi pendapatan bersih mencapai Rp5,7 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 13% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Nilai ini menjadi rekor pendapatan paling tinggi sejak Initial Public Offering (IPO). Dari sisi profitabilitas, EBITDA perusahaan juga terangkat 13% menjadi Rp1,4 triliun, sedangkan laba tahun berjalan terdongkrak 9% hingga menyentuh angka Rp643 miIiar.

Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono menyatakan bahwa torehan positif ini merupakan buah dari konsistensi perseroan dalam meningkatkan standar pelayanan sekaligus menyediakan ragam solusi mobilitas yang menjawab kebutuhan konsumen.

Menurut pandangannya, prioritas pada inovasi, pengadopsian teknologi, serta perluasan skala operasional menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan bisnis perusahaan.

"Kami terus memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang melalui pengembangan layanan dan transformasi digital yang berkelanjutan," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Komisaris Utama Bluebird, Bayu Djokosoetono menjelaskan bahwa sepanjang tahun lalu, Bluebird memperlebar jangkauan layanannya dengan mengoperasikan armada taksi di kota Solo, menghadirkan layanan shuttle bandara di Kalimantan Timur, serta memperkokoh lini bisnis transportasi publik menggunakan bus di wilayah Jakarta.

Perusahaan juga aktif mengoptimalkan platform digital lewat aplikasi MyBluebird, yang kini dilengkapi fitur Fixed Price demi menyajikan kepastian tarif bagi para pengguna.

Dari aspek teknologi, perseroan menerapkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna mengatur penempatan armada secara optimal berdasarkan pola permintaan langsung (real-time).

Selain melakukan ekspansi pasar, Bluebird berkomitmen melanjutkan program keberlanjutan dengan menambah unit armada kendaraan listrik e-Bluebird di wilayah Medan dan Surabaya, serta mengembangkan lini armada e-Goldenbird.

Manajemen optimistis bahwa taktik penguatan pada layanan utama, penetrasi di sektor non-taksi, serta peningkatan performa dari kanal digital bakal menjadi fondasi utama yang menyokong pertumbuhan perusahaan secara sehat dan berkelanjutan di masa-masa mendatang.

Reporter: Gemilang Ramadhan