Pendapatan Bukaka Teknik Utama Melonjak 27,9 Persen di Kuartal I-2026

ILUSTRASI, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 19 Juni 2026 | 14:12:17 WIB

JAKARTA – Perusahaan manufaktur dan infrastruktur yang terafiliasi dengan Jusuf Kalla, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), mencatatkan pendapatan sebesar Rp 867,9 miIiar pada kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan paling anyar, capaian ini menunjukkan lonjakan penjualan yang signifikan, yakni sebesar 27,9% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan kuartal I-2025 yang tercatat Rp 678,8 miliar.

Jika dirinci, sektor bisnis oil and gas equipment menjadi kontributor utama dengan menyumbang Rp 78 miliar bagi total pendapatan, disusul oleh segmen offshore maintenance services yang mendatangkan Rp 61 miIiar.

Tren positif ini turut didorong oleh pilar bisnis steel bridge, steel tower, dan passenger boarding bridge (PBB) yang masing-masing memberikan kontribusi senilai Rp 54 miliar, Rp 37 miliar, serta Rp 28 miIiar. 

Selanjutnya, divisi galvanize, construction PLTA, serta road construction equipment masing-masing menyumbangkan Rp 21 miliar, Rp 13 miliar, dan Rp 9 miIiar. Di posisi buncit, unit special purpose vehicle memberikan andil pendapatan sebesar Rp 1 miliar.

Meskipun demikian, dari segi bottom line, pencapaian laba bersih emiten ini justru mengalami penurunan sebesar 43% yoy menjadi Rp 95 miIiar pada triwulan pertama tahun ini, berbanding terbalik dengan kuartal yang sama tahun lalu yang mampu menembus Rp 167 miliar.

Walau diperhadapkan dengan beragam tantangan di pasar domestik sepanjang tahun ini, Bukaka Teknik Utama tetap memiliki rasa optimistis yang kuat untuk mengamankan target penjualan sampai Rp 4,1 triliun serta perolehan laba bersih sebesar Rp 333 miliar.

Direktur BUKK, Ade Nurkholis memaparkan bahwa salah satu faktor pemicu rasa optimisme tersebut datang dari sektor Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berlokasi di Kerinci dan Poso.

"Jadi (target ini) kontribusinya dari berbagai sektor, tapi untuk yang lumayan signifikan besarnya itu dari PLTA," ujarnya dalam paparan publik di kantor Bukaka Teknik Utama, Kamis (18/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tak hanya itu, Ade Nurkholis menjelaskan bahwa Bukaka Teknik Utama juga sangat yakin bisa meraup keuntungan melimpah dari pengerjaan proyek jalur transmisi PLN yang sempat tertunda pada periode tahun 2024-2025, yang mana pengerjaannya dijadwalkan akan kembali difokuskan pada tahun ini.

Ade Nurkholis menggarisbawahi bahwa proyek yang lokasinya tersebar luas mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, hingga kawasan Indonesia Timur tersebut memiliki estimasi nilai kontrak yang berkisar hingga belasan triliun rupiah.

"Kalau kami lihat belasan triliun rupiah, Bukaka dapat 10% saja sudah sekitar Rp 1 triliun, artinya itu luar biasa," ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan