Terapkan Rule 10b5-1, Direktur Vistra Jual Saham 4 Juta Dolar Amerika
JAKARTA – Scott B. Helm, direktur di Vistra Corp. (NYSE:VST), melepas kepemilikan saham biasa perusahaan dengan nilai total 4.000.000 dolar Amerika Serikat pada 16 Juni 2026.
Transaksi tersebut mencakup penjualan 25.000 lembar saham pada tingkat harga 160,00 dolar Amerika Serikat per lembar saham. Penjualan ini dieksekusi melalui rencana perdagangan Rule 10b5-1 yang telah diadopsi Scott B. Helm sejak 11 Maret 2026.
Harga saham tersebut telah meningkat menjadi 163,75 dolar Amerika Serikat, yang menunjukkan kenaikan sebesar 10,6 persen selama sepekan terakhir. Pasca-transaksi, Scott B. Helm kini memegang kepemilikan langsung atas 232.200 saham biasa Vistra Corp.
Berdasarkan analisis InvestingPro, saham perusahaan saat ini diperdagangkan melebihi nilai wajarnya, yang menandakan adanya keterbatasan potensi kenaikan. Investor dapat meninjau 12 Tips InvestingPro tambahan serta metrik penilaian komprehensif untuk memperoleh wawasan mendalam mengenai prospek investasi VST.
Vistra Energy mengumumkan perolehan laba kuartal pertama 2026 yang melampaui ekspektasi dengan laba per saham sebesar 1,31 dolar Amerika Serikat, melampaui estimasi 1,28 dolar Amerika Serikat. Pendapatan perusahaan pun berhasil melampaui proyeksi dengan mencapai 5,64 miliar dolar Amerika Serikat dibandingkan dengan perkiraan 5,62 miliar dolar Amerika Serikat.
Bernstein memulai liputan terhadap Vistra dengan memberikan peringkat outperform yang menyoroti portofolio terdiversifikasi serta potensi pertumbuhan laba perusahaan. Jefferies merevisi target harga Vistra Energy menjadi 190 dolar Amerika Serikat dari sebelumnya 192 dolar Amerika Serikat sembari mempertahankan peringkat Buy.
Raymond James turut menyesuaikan target harga ke level 202 dolar Amerika Serikat dari 208 dolar Amerika Serikat dengan tetap memberikan peringkat Strong Buy. Melius Research juga menyampaikan pandangan positif terkait surat PJM Board of Managers yang berdampak pada Vistra Energy karena mempercepat jadwal lelang utama sehingga mampu menekan ketidakpastian regulasi.