Kuartal I 2026 Laba Bersih MLBI Melonjak Jadi Rp228,98 Miliar

ILUSTRASI, Gedung PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Sumber Gambar : Net)Acara Liburan & Musiman
Jumat, 12 Juni 2026 | 14:49:11 WIB

JAKARTA – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) memulai awal tahun 2026 dengan raihan performa yang solid. Sepanjang triwulan pertama tahun 2026, emiten ini membukukan angka penjualan bersih senilai Rp758,54 miliar, atau tumbuh sebesar 13% jika disandingkan dengan perolehan pada masa yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp669,96 miliar.

Peningkatan realisasi penjualan ini secara otomatis mendongkrak profitabilitas korporasi. Laba kotor tercatat meningkat sebesar 19%, seiring dengan margin keuntungan usaha yang merosot naik menuju level 37,9%.

Melihat pada kinerja laba bersih, perolehan bottom line MLBI berhasil mencapai Rp228,98 miliar, menorehkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian laba bersih pada triwulan pertama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp194,81 miliar.

Direktur Utama Multi Bintang Indonesia, Roland Bala, menerangkan bahwa kesuksesan rapor keuangan ini disokong oleh kenaikan volume perdagangan, eksekusi strategi harga yang berjalan prima, penguatan portofolio produk, serta penerapan disiplin ketat dalam operasional dan pengelolaan efisiensi biaya.

Menurut penjelasan Roland, jajaran manajemen akan terus berkonsentrasi dalam memperkuat portofolio produk, memperluas jangkauan ke konsumen, dan menjaga efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah situasi pasar yang kompetitif.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kinerja positif pada kuartal pertama ini mencerminkan konsistensi eksekusi strategi kami di tengah dinamika pasar", Kamis (11/6/2026).

Untuk memacu laju bisnis, MLBI menerapkan tiga langkah strategis utama, yaitu mengukuhkan posisi merek BINTANG pada pangsa pasar mainstream, mendorong pertumbuhan Heineken® di pasar premium, serta memperluas jangkauan pasar lewat inovasi barang dan kemasan baru.

Pada pangsa pasar mainstream, BINTANG terus mengokohkan dominasinya melalui diversifikasi lini produk, mulai dari BINTANG Pilsener dan BINTANG Crystal hingga produk berpenyedap seperti BINTANG Radler, BINTANG Anggur Merah, dan BINTANG Arak Jeruk & Madu demi mengakomodasi ekspektasi pelanggan yang kian beragam.

Di sisi lain, pada lini premium, Heineken® terus mendekatkan diri dengan para target pasar melalui berbagai aktivitas aktivasi merek dan kampanye, yang mencakup kemitraan global bersama UEFA Champions League serta partisipasi aktif sebagai sponsor pada pagelaran festival musik.

MLBI juga terus mengambil langkah inovatif untuk portofolio produknya. Salah satu terobosan paling anyar yang dilakukan adalah meluncurkan Kawan Senja, sebuah produk bir yang dihadirkan sebagai opsi minuman bermutu tinggi namun memiliki harga yang lebih bersahabat guna menjangkau segmen pasar konsumen yang lebih luas lagi.

Dari segi rantai pasok, perusahaan melakukan digitalisasi sistem distribusi lewat pengoptimalan platform OMNI dan eB2B. Kebijakan ini diterapkan demi meningkatkan efisiensi pendistribusian sekaligus memperluas kemudahan akses bagi para mitra dagang.

Beriringan dengan langkah-langkah penguatan bisnis tersebut, MLBI turut mengumumkan adanya perombakan di dalam susunan manajemen perusahaan.

Pada struktur direksi, posisi Stephanie Yolande Peregrin kini digantikan oleh Thomas Hylke Jogchum Zandt. Sementara pada jajaran Dewan Komisaris, Gagan Sawhney bersama Daaf Jacobus van Tilburg resmi diangkat untuk menggantikan posisi dari Uday Shankar Sinha dan Jose Rolando Saenz Dominguez.

Pihak perseroan memberikan penilaian bahwa rotasi kepemimpinan ini menjadi bagian dari rangkaian langkah strategis untuk memperkokoh tata kelola korporasi sekaligus memastikan kesiapan struktur organisasi dalam merespons dinamika industri yang terus bergerak dinamis.

Roland memberikan penegasan bahwa capaian performa di awal tahun ini bakal menjadi pijakan yang krusial untuk melangkah menuju fase pertumbuhan selanjutnya.

Bermodalkan sokongan dari jajaran kepemimpinan yang tangguh serta sistem tata kelola yang kokoh, perusahaan merasa sangat optimistis dapat terus mendongkrak daya saing sekaligus menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026.

Reporter: Gemilang Ramadhan