Pertamax Rp16.250 per Liter, Beban Operasional Logistik Naik 50 Persen

ILUSTRASI, Penyortiran Paket (Sumber Gambar : Net)Perbandingan Harga
Jumat, 12 Juni 2026 | 14:49:11 WIB

JAKARTA – Nilai jual bahan bakar minyak (BBM) berjenis Pertamax saat ini telah menyentuh nominal Rp 16.250 untuk tiap liternya. Lonjakan harga tersebut rupanya turut memberikan dampak pada sektor pelayanan pengiriman barang.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budiyanto Darmastono menjelaskan bahwa melambungnya harga Pertamax ini memberikan konsekuensi secara langsung maupun tidak langsung bagi industri kurir ekspres serta logistik.

Budiyanto Darmastono mengutarakan, salah satu poin yang akan terdampak dalam sektor pengantaran barang yaitu tergerusnya anggaran transportasi. 

Hal ini dikarenakan pengeluaran untuk sektor transportasi masih memegang porsi paling dominan di dalam struktur anggaran belanja operasional perusahaan pengiriman barang. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kenaikan harga BBM akan meningkatkan biaya mobilitas armada, baik untuk distribusi antarkota, pengiriman last mile, maupun kegiatan operasional pendukung lainnya," ujar Budiyanto Darmastono kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

Budiyanto menguraikan bahwa dampak dari kenaikan Pertamax akan memaksa perusahaan meningkatkan anggaran logistik secara menyeluruh sekaligus memicu tekanan terhadap tingkat efisiensi kinerja operasional agensi ekspedisi. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Dampak kenaikan BBM tidak hanya berasal dari konsumsi bahan bakar kendaraan, tetapi juga memicu kenaikan biaya lain seperti tarif angkutan, biaya vendor transportasi, harga suku cadang, biaya pemeliharaan armada, hingga kenaikan harga kebutuhan operasional yang digunakan dalam rantai pasok," ucap dia.

Lebih mendalam, menurut Budiyanto, konsekuensi lonjakan BBM terhadap aktivitas operasional dengan volume masif serta lini distribusi yang menggurita bakal mengalami tekanan berat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Dalam operasional logistik, biaya transportasi dapat mencapai sekitar 30% hingga 50% dari total biaya operasional, tergantung model bisnis dan cakupan layanan perusahaan," kata Budiyanto.

Oleh sebab itu, setiap adanya lonjakan pada harga BBM dipastikan bakal berimbas secara seketika terhadap anggaran pengantaran. 

Bukan hanya efek seketika pada lini kendaraan milik perusahaan, meroketnya BBM juga mengusik para mitra transportasi, penyedia jasa distribusi, hingga para pelaku bisnis lainnya yang bergerak di dalam lingkungan logistik.

Pada akhirnya, bermunculan efek domino yang mendongkrak ongkos operasional di sepanjang jalur distribusi barang.

Reporter: Gemilang Ramadhan