Prediksi IHSG Hari Ini 12 Juni 2026 dan Rekomendasi 5 Saham Pilihan

ilustrasi IHSG. (Foto: Investor Daily)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 12 Juni 2026 | 10:51:50 WIB

JAKARTA - Phintraco Sekuritas memprediksikan bahwa laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami kenaikan pada sesi perdagangan hari Jumat (12/6/2026). 

Laju IHSG untuk hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang resistance 6.000, pivot 5.900, serta area support 5.800.

Pihak Phintraco Sekuritas menawarkan lima saham unggulan yang dinilai berpeluang mendatangkan profit, di mana emiten ISAT menjadi salah satu di antaranya.

Phintraco Sekuritas menguraikan bahwa posisi IHSG pada perdagangan kemarin ditutup terkoreksi ke level 5.886,03 (0,28%), setelah sebelumnya melaju secara fluktuatif. 

Sektor komoditas barang baku menjadi lini yang mengalami kemerosotan paling tajam (4,27%), sedangkan sektor finansial sukses membukukan pertumbuhan tertinggi (1,36%).

Pada transaksi pasar spot, Phintraco Sekuritas memvalidasi bahwa nilai tukar mata uang rupiah berakhir melemah 0,25% di posisi Rp 17.989 per dolar AS. 

Kondisi kurs rupiah yang dipandang sedang rapuh ini melahirkan spekulasi bahwa forum RDG Bank Indonesia pada pekan depan berpotensi untuk mendongkrak kembali tingkat suku bunga BI rate.

Ditinjau dari aspek indikator teknikal, Phintraco Sekuritas memberikan sinyal bahwa tren MACD IHSG memiliki peluang untuk membentuk grafik Golden Cross, ditunjang oleh posisi IHSG yang berhasil bertengger melampaui level MA5 serta MA10.

“IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900-5.950,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Penataan Program MBG

Phintraco Sekuritas memaparkan, pihak eksekutif saat ini tengah melangsungkan langkah pembenahan secara komprehensif pada sistem penyaluran serta operasional program MBG guna mengoptimalkan efisiensi kas negara. Melalui kebijakan penyelarasan data serta pembenahan SPPG, jajaran pemerintah menaruh rasa optimis akan sanggup menekan pengeluaran operasional.

Pada periode terdahulu, pihak Pemerintah tercatat telah memangkas anggaran untuk program MBG menjadi Rp 268 triliun dari proyeksi pagu awal yang bertengger di angka Rp 335 triliun. 

Hingga bulan Mei 2026, total penyerapan dana program MBG ini sudah menyentuh level Rp 88,15 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 17,53% dari posisi Rp 75 triliun pada bulan April 2026.

“Jika efisiensi anggaran MBG dapat ditekan secara signifikan, maka diharapkan berpotensi akan mengurangi defisit APBN,” papar Phintraco Sekuritas.

Di sudut lain, Phintraco Sekuritas menginformasikan bahwa grafik penjualan ritel mencatatkan penyusutan sebesar 3,7% YoY pada bulan April, setelah pada periode sebelumnya sempat tumbuh 3,4% di bulan Maret 2026. 

Kondisi ini menorehkan rapor penurunan untuk kali pertama sejak bulan April 2025, sekaligus memvalidasi fenomena melemahnya level daya beli publik akibat dampak dari lonjakan harga bahan bakar komersial non-subsidi.

“Penjualan ritel turun 11,6% MoM jika dibandingkan dengan Maret 2026 yang tumbuh 10,3% MoM. Ini merupakan penurunan yang terbesar sejak Juni 2022,” jelas Phintraco Sekuritas.

Pihak Phintraco Sekuritas merilis rekomendasi untuk lima emiten saham yang dinilai berpotensi memberikan imbal hasil menarik, antara lain ISAT, EXCL, CLEO, INTP, dan AADI.

Reporter: Ibtihal