Bisnis Emas BSI Melejit, Serap 60 Persen Porsi Penjualan ANTAM

ILUSTRASI, Bank BSI (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:23:57 WIB

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sukses menyerap hingga lebih dari 60 persen dari porsi penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi. Di sisi lain, apabila dihitung dari total keseluruhan penjualan emas yang dilepas oleh ANTAM, porsi yang berhasil diserap oleh BSI berada pada kisaran angka 11 persen.

Berdasarkan paparan Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, demi memperkokoh ekosistem emas, BSI yang saat ini memegang peran sebagai Bank Bulion menjalin kemitraan strategis bersama ANTAM demi menjamin ketersediaan pasokan stok emas.

Kolaborasi ini diproyeksikan bukan sekadar kelanjutan program rutin belaka, melainkan menjadi sebuah strategi ekspansi yang agresif dari kerja sama erat yang sebetulnya telah terbina selama lebih dari 10 tahun.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Langkah ini menjadi bukti keseriusan mendorong Astacita Pemerintah melalui monetisasi emas dan ekosistem emas yang berkelanjutan," tutur dia, Rabu (10/6/2026).

Anton Sukarna menjabarkan lebih jauh bahwa di tengah konseptual ekonomi yang terus bergerak dinamis, emas tetap bertengger sebagai opsi utama dalam berinvestasi lantaran dipandang mempunyai daya tahan yang andal terhadap gempuran inflasi.

Situasi tersebut tercermin nyata dari antusiasme masyarakat yang kian melonjak untuk mempunyai logam mulia lewat sistem cicil emas.

Tren yang bernilai positif ini pun turut dirasakan dampaknya oleh Bank Syariah Indonesia yang berhasil membukukan kenaikan sangat signifikan pada lini bisnis komoditas emasnya.

Sampai dengan periode April 2026, penyaluran pembiayaan cicil emas di BSI mendokumentasikan pertumbuhan yang menyentuh angka 97,90 persen secara year on year, dengan nilai total menembus Rp16,93 triliun.

Pembentukan portofolio investasi lewat media emas ini mengindikasikan bahwa derajat pemahaman publik terkait esensi diversifikasi instrumen investasi sudah semakin membaik.

Publik menilai aset emas sebagai salah satu alternatif aman guna merealisasikan target finansial, baik dalam proyeksi jangka menengah maupun jangka panjang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi syariah di instrumen yang aman dan diyakini tahan terhadap inflasi. Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI," ujarnya.

Layanan atau fasilitas cicil emas ini rupanya sangat diminati oleh berbagai lintas generasi, mulai dari kelompok gen Z, milenial, hingga generasi baby boomers.

Besarnya atensi ini distimulasi oleh ketersediaan opsi tenor atau jangka waktu yang fleksibel, nominal angsuran berkala yang bisa disesuaikan dengan kapasitas finansial, hingga daya pikat dari produk logam mulia besutan ANTAM serta BSI Gold.

Anton Sukarna mengimbuhkan bahwa komoditas berupa emas sangat ideal dialokasikan sebagai instrumen aset dalam mempersiapkan keperluan yang sifatnya mendesak ataupun rencana jangka panjang, seperti contohnya pengelolaan dana pendidikan anak, ongkos ibadah haji, hingga bekal persiapan pernikahan bagi kalangan generasi muda.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Untuk itu, kami menyiapkan berbagai ukurang gramase emas logam mulia mulai dari 5 gram emas hingga 100 gram," kata dia.

Reporter: Gemilang Ramadhan