Saham TLKM Turun 14 Persen, Simak Jadwal Pembagian Dividen 9 Persen
JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kembali memberikan apresiasi kepada pemegang saham melalui pembagian dividen dalam jumlah besar yang bersumber dari laba tahun buku 2025. Di sisi lain, penurunan harga saham TLKM baru-baru ini membuat imbal hasil atau yield dividen perseroan menjadi jauh lebih menarik.
Rencana pembagian dividen saham TLKM tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Senin (8/6/2026). Para pemegang saham sepakat untuk membagikan dividen tunai dengan total nilai Rp21,9 triliun.
Melalui jumlah tersebut, nilai dividen saham TLKM mencapai sekitar Rp221 per lembar saham. Dengan demikian, setiap lot saham TLKM akan mendapatkan dividen senilai Rp22.100 sebelum pajak.
Menariknya, total dividen yang dibagikan mencapai 123 persen dari laba bersih tahun 2025. Hal ini terjadi karena sekitar Rp4,2 triliun dari nilai dividen tersebut diambil dari laba ditahan tahun-tahun sebelumnya. Besaran dividen ini menempatkan TLKM sebagai salah satu emiten dengan pembagian dividen terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini.
Dengan nilai dividen Rp221 per saham, TLKM menawarkan yield dividen yang sangat atraktif. Pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026), harga saham TLKM berada di posisi Rp2.350 setelah anjlok 14,86 persen atau 410 poin secara harian.
Berdasarkan harga tersebut, yield dividen TLKM mencapai 9,4 persen. Perhitungan ini menjadikan TLKM sebagai salah satu saham blue chip dengan imbal hasil dividen tertinggi di pasar saat ini.
Yield dividen yang tinggi biasanya menjadi daya tarik utama bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dari bursa saham, khususnya di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan saat ini.
Berdasarkan hasil RUPST, pendistribusian dividen akan dilakukan paling lambat pada 10 Juli 2026. Sementara itu, investor yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan tanggal 19 Juni 2026.
Oleh karena itu, investor disarankan untuk memperhatikan jadwal cum dividen dan ex dividen yang akan diinformasikan lebih lanjut oleh perusahaan maupun Bursa Efek Indonesia.
Cum dividen merupakan masa terakhir bagi investor untuk membeli saham agar tetap mendapatkan hak atas dividen yang dibagikan perusahaan. Jika investor membeli saham pada atau sebelum tanggal cum dividen, maka investor berhak mendapatkan dividen tersebut.
Sebaliknya, pembelian saham yang dilakukan pada tanggal ex dividen atau setelahnya tidak lagi memberikan hak atas dividen. Maka dari itu, saham-saham dengan yield dividen tinggi umumnya menyedot perhatian lebih besar menjelang periode cum dividen.
Di tengah tantangan industri telekomunikasi dan persaingan yang semakin ketat, Telkom tetap mencatatkan fundamental bisnis yang kuat sepanjang tahun 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA sebesar Rp72,24 triliun, serta laba bersih sebesar Rp17,81 triliun.
Manajemen menjelaskan bahwa laba bersih sempat tertekan akibat percepatan depresiasi yang merupakan bagian dari program total governance reset. Namun, dampak tersebut bersifat non-tunai sehingga tidak mengganggu kekuatan arus kas perusahaan.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan bahwa keputusan pembagian dividen mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang. Menurut Dian, perseroan berhasil menjaga fundamental bisnis dan memperkuat arus kas meskipun menghadapi berbagai tekanan industri sepanjang tahun 2025, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain menawarkan yield dividen yang menarik, TLKM tetap menjadi salah satu emiten telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan basis pelanggan yang luas serta kontribusi signifikan dari bisnis data dan digital. Dengan pembagian dividen yang melampaui 100 persen dari laba bersih, investor akan mencermati kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kebijakan dividen yang atraktif ke depannya.
Bagi investor pemburu dividen, saham TLKM menjadi salah satu emiten yang patut diperhatikan menjelang periode cum dividen karena menawarkan kombinasi antara status saham blue chip, fundamental yang kokoh, serta potensi yield dividen di atas 9 persen.