Saham Semikonduktor Bangkit, Wall Street Kembali Menguat

Saham sektor semikonduktor memimpin penguatan indeks Nasdaq di Wall Street pada 8 Juni 2026. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:03:55 WIB

JAKARTA – Bursa saham Wall Street secara umum ditutup di area positif pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penguatan ini didorong oleh kebangkitan saham sektor semikonduktor setelah sempat tertekan aksi jual cukup besar pada akhir pekan lalu.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, di sisi lain, pelaku pasar masih terus memantau perkembangan terkait gencatan senjata yang tidak stabil antara Iran dan Israel.

Indeks S&P 500 naik 0,30% ke level 7.405,73, sementara Nasdaq Composite menguat 0,86% ke posisi 25.929,66. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 80,77 poin atau 0,16% dan berakhir di level 50.786,01.

Kenaikan di Wall Street didominasi oleh saham sektor teknologi, khususnya semikonduktor yang kembali diburu oleh investor setelah mencatatkan penurunan signifikan pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Saham perusahaan chip memori Micron Technology melesat hampir 10% setelah sebelumnya sempat anjlok 13%. Kenaikan juga dialami oleh saham Nvidia dan Broadcom, yang memberikan kontribusi pada penguatan Nasdaq yang didominasi oleh saham-saham teknologi.

Sebelumnya, Nasdaq sempat tertekan 4,2% pada Jumat, yang tercatat sebagai pelemahan harian terdalam sejak April 2025. Penurunan itu disebabkan oleh aksi ambil untung investor pada saham semikonduktor yang telah mengalami reli besar selama beberapa bulan terakhir di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Pemulihan sektor ini juga terlihat dari peningkatan hampir 6% pada iShares Semiconductor ETF, setelah sehari sebelumnya sempat merosot 10%, yang merupakan penurunan terparah dalam lebih dari enam tahun.

Meskipun bursa saham mengalami penguatan, fokus investor tetap tertuju pada situasi konflik di Timur Tengah.

Ketegangan kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal pada Minggu, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang sedang diupayakan. Israel kemudian membalas dengan melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas pertahanan strategis milik Iran.

Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan bahwa Iran dan Israel masih berupaya untuk mencapai gencatan senjata sesegera mungkin. Menurut Trump, negosiasi perdamaian masih terus berjalan kendati kedua pihak masih saling melakukan serangan.

Belakangan, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa operasi militer terhadap Israel sudah dihentikan. Meskipun begitu, Teheran memberi peringatan akan kembali melakukan langkah militer jika Israel terus melancarkan serangan terhadap Lebanon.

Dinamika geopolitik tersebut juga memicu kenaikan harga minyak dunia karena pasar mengantisipasi risiko gangguan pasokan energi global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,84% dan ditutup di harga US$ 91,30 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent menguat 1,25% menjadi US$ 94,25 per barel.

Direktur Investasi US Bank Asset Management William Northey mengatakan, pasar saat ini terus menimbang antara risiko geopolitik dan kekuatan fundamental ekonomi AS. Menurut dia, kuatnya konsumsi masyarakat, belanja modal perusahaan, serta pertumbuhan laba korporasi masih menjadi faktor utama yang menopang optimisme investor di Wall Street.

“Meski demikian, konflik yang berkepanjangan berpotensi memicu tekanan inflasi yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi global,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada pekan ini, investor akan memantau data inflasi AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada penawaran saham perdana (IPO) perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (12/6/2026).

IPO tersebut diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Wall Street dan dinilai sebagai ujian penting bagi optimisme pasar terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kepala Strategi Pasar Ritholtz Wealth Management Callie Cox menyatakan, IPO berukuran jumbo sering kali menjadi indikator meningkatnya euforia pasar. “Namun, banyak investor masih bersikap hati-hati dan skeptis terhadap valuasi pasar saat ini, sehingga IPO SpaceX akan menjadi salah satu peristiwa yang paling dinantikan pekan ini,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar