Prediksi IHSG Hari Ini: Berisiko ke 5.100, Cek Rekomendasi Saham

Ilustrasi IHSG diprediksi berisiko turun hingga level 5.100 pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:03:55 WIB

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko menembus level 5.100 pada sesi perdagangan Selasa (9/6/2026). Indeks diprediksi bergerak dengan rentang resistance 5.500, pivot 5.400, dan support 5.100. Kendati demikian, Phintraco Sekuritas tetap menyarankan peluang keuntungan pada empat saham, termasuk ADMR.

Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa IHSG pada penutupan perdagangan kemarin melemah ke posisi 5.342,14 (4,52%), dengan seluruh sektor mengalami koreksi, di mana sektor industri mencatatkan penurunan terdalam sebesar 6,39%. Di sisi lain, rupiah ditutup melemah 0,84% ke level Rp 18.188 per dolar AS.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa posisi IHSG yang berada di bawah level MA200 monthly membuka potensi pelemahan lebih lanjut. “Selanjutnya, diperkirakan IHSG hari ini berpotensi menguji level support di 5.100,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkait cadangan devisa RI, Phintraco Sekuritas mencatat penurunan menjadi US$ 144,9 miliar pada Mei 2026 dibandingkan US$ 146,2 miliar pada April 2026, yang merupakan angka terendah sejak Juni 2024.

Penurunan ini dipicu oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah. Posisi cadangan devisa ini masih mencukupi untuk 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah, yang berada di atas standar internasional sebesar 3 bulan impor.

Phintraco Sekuritas mengingatkan bahwa penyusutan cadangan devisa secara berkelanjutan berisiko menggerus kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat. “Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan investor pasar keuangan, mendorong ekspor, mengurangi impor, serta menarik investasi asing,” tambah Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkait daya beli, Phintraco Sekuritas menyoroti penurunan penjualan sepeda motor sebesar 5,1% secara tahunan (YoY) menjadi 479.388 unit pada Mei 2026, setelah sempat tumbuh 28,1% YoY pada April 2026.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan beban biaya terhadap pengeluaran konsumen yang mengindikasikan pelemahan daya beli masyarakat. Sepanjang Januari-Mei 2026, penjualan sepeda motor tercatat naik 0,7% secara tahun berjalan (YTD) menjadi 2,61 juta unit. AISI menargetkan penjualan tahun ini berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, cenderung stabil dari realisasi tahun lalu sebesar 6,4 juta unit.

“Sehingga sampai Mei 2026, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 38,96% hingga 40,78% dari target akhir 2026. Penjualan sepeda motor juga mendapatkan tantangan dari potensi kenaikan suku bunga pembiayaan,” papar Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun empat saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas adalah ADMR, SILO, BRMS, dan MBMA.

Reporter: Akbar