Danamon Kucurkan Fasilitas Modal Kerja Rp500 Miliar ke Akulaku

ILUSTRASI, logo akulaku paylater (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:03:55 WIB

JAKARTA – PT Akulaku Finance Indonesia (Akulaku Finance) telah menyepakati perolehan fasilitas pendanaan dengan nilai mencapai Rp 500 miliar dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon). Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkokoh kapasitas pembiayaan serta menyokong ekspansi layanan finansial berbasis digital di tanah air.

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, mengungkapkan bahwa kucuran dana segar tersebut bakal dialokasikan demi menyokong kebutuhan modal kerja perusahaan, menyusul kian tingginya permintaan publik terhadap opsi pembiayaan digital.

Ia mengharapkan sokongan finansial ini mampu mendongkrak kemampuan perusahaan dalam menyajikan solusi keuangan yang adaptif bagi beraneka lapisan masyarakat. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Sinergi dengan Danamon diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan pembiayaan yang makin relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan ke depan," ujar Perry dalam keterangan resmi, Senin (8/6).

Di sisi lain, Direktur Global Alliance Strategy Danamon, Jin Yoshida, menjelaskan bahwa kemitraan strategis bersama Akulaku Finance ini selaras dengan visi perusahaan untuk menyodorkan solusi keuangan yang menyeluruh dan fleksibel bagi nasabah, termasuk para pelaku di industri pembiayaan digital.

Ia pun menilai bahwa kolaborasi dengan Akulaku Finance Indonesia merupakan sebuah langkah taktis dari Danamon dalam memperluas dukungan pembiayaan terhadap industri multifinance berbasis teknologi di tanah air.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Melalui penyediaan fasilitas modal kerja itu, kami berharap dapat memperkuat kapasitas pendanaan Akulaku Finance Indonesia dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kerja sama itu juga mencerminkan komitmen Danamon dalam memperkuat kolaborasi dengan nasabah korporasi, sekaligus mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem MUFG di Indonesia,” ujarnya.

Melihat laju pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia saat ini, Jin memaparkan bahwa sinergi antara lembaga perbankan konvensional dan korporasi pembiayaan digital menjadi kian krusial untuk memperluas jangkauan layanan keuangan formal.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar-sektor ini diharapkan mampu memberi dampak positif bagi penguatan industri jasa keuangan di tingkat nasional, sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih inklusif.

Reporter: Gemilang Ramadhan