Danantara Targetkan Integrasi Kelompok BUMN Karya Rampung Akhir 2026

ILUSTRASI, wisma danantara indonesia (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:03:55 WIB

JAKARTA – Agenda konsolidasi atau penggabungan bagi kelompok BUMN Karya dipastikan berjalan mundur dari lini masa yang direncanakan sebelumnya pada bulan Juni. Keterlambatan ini terjadi menyusul kebijakan yang diambil oleh pihak Danantara Indonesia untuk memundurkan tenggat penyelesaian integrasi tersebut hingga kuartal IV/2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menerangkan bahwa penundaan target integrasi di sektor konstruksi ini disebabkan oleh masih banyaknya proses pembenahan utang serta perbaikan tata kelola internal yang harus dirampungkan oleh masing-masing korporasi BUMN Karya.

“BUMN Karya awalnya kan Juni, yang kemungkinan nanti akan digeser menjadi kuartal keempat. Karena memang masih banyak restrukturisasi yang harus diselesaikannya,” kata Dony ketika diwawancarai di Jakarta sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (9/6/2026).

Meski dihadapkan pada kendala birokrasi serta rumitnya penyehatan aspek finansial di industri tersebut, Dony menegaskan bahwa Danantara tetap optimistis seluruh agenda perbaikan struktur di sektor konstruksi ini dapat diselesaikan secara maksimal hingga penghujung tahun.

Di sisi lain, tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode krusial bagi kebangkitan BUMN Karya. Langkah penyehatan ini menjadi syarat mutlak yang mesti dipenuhi sebelum pihak eksekutif menyatukan 7 perusahaan konstruksi berstatus pelat merah menjadi tiga entitas saja.

Agenda pemulihan finansial ini juga tengah menjadi prioritas utama bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).

Fokus utama dari korporasi-korporasi tersebut diarahkan pada penyelesaian penataan ulang kewajiban utang dan perbaikan kondisi likuiditas demi menekan beban bunga yang selama ini membebani arus kas operasional perusahaan.

Selain itu, Dony menjelaskan bahwa penundaan target di sektor konstruksi ini berbanding terbalik dengan perkembangan di sektor lain yang justru menunjukkan peningkatan performa dan penataan yang bergulir lebih cepat.

Beberapa agenda aksi korporasi strategis yang berada di bawah kendali Danantara diproyeksikan bisa tuntas sesuai jadwal. Salah satunya adalah proses penataan pada PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) yang ditargetkan selesai pada bulan ini.

Tidak hanya itu, Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN memaparkan sejumlah keberhasilan penting dalam program efisiensi. Hal tersebut mencakup peresmian kawasan industri hingga langkah perampingan di sektor telekomunikasi.

“Pembukaan kawasan industri sudah selesai, kemudian juga spin-off daripada Danareksa sudah beres. Streamlining Telkom Indonesia dan di pupuk juga sedang berjalan. Ini progresnya kami percepat,” tutupnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan