Daftar 10 Unitlink Pasar Uang Berimbal Hasil Terbaik per Mei 2026
JAKARTA – Rata-rata capaian imbal hasil atau yield pada instrumen unitlink jenis pasar uang tercatat sebagai yang paling unggul dibandingkan dengan kategori lainnya. Merujuk pada data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata imbal hasil unit link pasar uang mencapai 1,31 persen hingga periode Mei 2026.
Berdasarkan rincian data Infovesta, terdapat 10 produk unit link pasar uang yang sukses mencatatkan imbal hasil tertinggi sampai Mei 2026. Produk GSP Dana Pasar Uang US Dollar dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menempati urutan pertama dengan perolehan imbal hasil sebesar 6,71 persen per Mei 2026.
Pada urutan kedua, produk DPLK DKPK GRO Dana US Dollar kelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife (Manulife Indonesia) mencatatkan imbal hasil sebesar 6,70 persen per Mei 2026. Berikutnya, posisi ketiga diisi oleh produk DPLK PPIP GRO Dana US Dollar kelolaan DPLK Manulife (Manulife Indonesia) dengan imbal hasil sebesar 6,50 persen per Mei 2026.
Selanjutnya, produk Carlink Pro Safe dari PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life Insurance) menduduki peringkat keempat dengan imbal hasil 2,22 persen per Mei 2026. Posisi kelima ditempati oleh produk DPLK PPIP GRO Dana Pasar Uang kelolaan DPLK Manulife (Manulife Indonesia) yang memberikan imbal hasil 2,05 persen per Mei 2026.
Sementara itu, peringkat keenam diisi oleh produk DPLK DKPK GRO Dana Pasar Uang milik DPLK Manulife (Manulife Indonesia) dengan imbal hasil 2,01 persen per Mei 2026. Produk Carlisya Pro Safe dari PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life Insurance) berada di posisi ketujuh dengan imbal hasil 1,99 persen per Mei 2026.
Posisi kedelapan diraih oleh DPLK PPIP GRO Dana Syariah kelolaan DPLK Manulife (Manulife Indonesia) dengan imbal hasil 1,98 persen per Mei 2026. Di urutan kesembilan, produk DPLK DKPK GRO Dana Syariah yang dikelola DPLK Manulife Indonesia mencatatkan imbal hasil sebesar 1,91 persen per Mei 2026. Terakhir, posisi kesepuluh ditempati oleh produk DPLK Eka Dana Deposito kelolaan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) dengan imbal hasil 1,84 persen per Mei 2026.
Menanggapi performa positif tersebut, Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate ke level 5,25 persen. "Pasar uang justru diuntungkan oleh kenaikan suku bunga," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber kepada Kontan, Minggu (7/6/2026).
Wawan memproyeksikan bahwa unit link pasar uang berpotensi mempertahankan kinerja positif di masa mendatang. Sebaliknya, jika meninjau data Infovesta, unit link berbasis saham justru mengalami kontraksi terdalam dengan rata-rata penurunan 8,76 persen per Mei 2026. Adapun unitlink campuran mengalami rata-rata kontraksi sebesar 6,17 persen per Mei 2026, diikuti unitlink pendapatan tetap yang terkontraksi rata-rata sebesar 0,88 persen per Mei 2026.