Sempat Anjlok 4,2 Persen, Pergerakan IHSG Masih Berisiko Lemah

Suasana Main Hall di Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto:RRI)
Penulis: Ibtihal
Senin, 08 Juni 2026 | 14:31:30 WIB

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) menyudahi sesi di zona negatif lewat penurunan sebanyak 4,2% ke level 5.594 pada sesi transaksi Jumat (5/6/2026).

Tekanan aksi lepas saham oleh pemodal luar negeri terpantau masih mendominasi pasar ekuitas, di mana akumulasi nilai net foreign sell menembus posisi Rp 3,72 triliun di pasar reguler.

Kemerosotan performa IHSG ini dipicu oleh meningkatnya rasa waswas para investor terhadap tekanan yang memberatkan nilai tukar rupiah, efek domino dari revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) terkait evaluasi independensi otoritas keuangan, serta dinamika seputar peringkat kredit Indonesia.

Merujuk pada telaah teknikal dalam rilis Sajian Pagi Menu Trading (Sapa Mentari) oleh BRI Danareksa Sekuritas, laju IHSG diindikasikan masih terperangkap dalam tren bearish serta berisiko diwarnai fluktuasi yang tinggi pada sesi perdagangan Senin (8/6/2026).

Tim analis dari BRI Danareksa Sekuritas memetakan bahwa batas 5.555–5.480 menjadi area penahan (support) yang teramat penting. 

Di sisi lain, area pembatas dinding atas (resistance) terdekat diestimasi berada pada kisaran rentang 5.700–5.800.

Para pelaku usaha di pasar modal kedepannya juga akan mengamati dengan saksama pengumuman data cadangan devisa nasional serta pergerakan kurs rupiah yang diproyeksikan bakal menjadi stimulus utama dalam menentukan arah pergerakan pasar untuk jangka pendek.

Rekomendasi Saham

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) 

Dinamika saham DAAZ memperlihatkan sinyal pembalikan arah menguat setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya, serta berhasil melewati batas minor resistance di posisi 1.705.

Sepanjang nilainya mampu bertahan kuat di atas level tersebut, maka celah untuk kenaikan lanjutan dinilai masih terbuka lebar.

  • Buy: 1.750–1.800
  • Target Harga (R1): 1.920
  • Target Harga (R2): 2.060
  • Stop Loss: di bawah 1.700

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) 

Laju saham PSAB untuk saat ini termonitor tengah berada dalam siklus pembentukan harga bawah (pullback) dengan area penopang di kisaran rentang 436–460. 

Peluang untuk melesat ke zona hijau diyakini masih terbuka dengan target resistance paling dekat di level 550–580.

  • Buy: 460–500
  • Target Harga (R1): 550
  • Target Harga (R2): 580
  • Stop Loss: di bawah 435

Saham yang Perlu Diwaspadai

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) 

Fluktuasi harga saham ASSA kedapatan membentuk pola grafik head and shoulders yang memberikan petunjuk awal adanya potensi pembalikan arah tren menjadi bearish

Para investor diimbau untuk mengantisipasi risiko penurunan harga susulan menuju level penopang berikutnya.

  • Harga Terakhir: 550
  • Support Berikutnya: 505
  • Support Lanjutan: 448

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Arah pergerakan saham WIFI terpantau masih terjebak dalam tren penurunan. 

Usai kembali merosot menembus batas penopang 1.940, gempuran aksi jual diperkirakan bakal terus berlanjut dengan sasaran area penopang selanjutnya berada di rentang kisaran 1.570 sampai dengan 1.335.

  • Harga Terakhir: 1.445
  • Support Berikutnya: 1.335

Reporter: Ibtihal