IHSG Pekan Ini Berpotensi Turun, Cek 5 Emiten Pilihan Berikut
JAKARTA — Kelompok analis Phintraco Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan berhadapan dengan tren pelemahan di sepanjang minggu ini, menyusul munculnya beragam sentimen negatif yang memberatkan kondisi pasar.
Pergerakan IHSG untuk satu pekan mendatang diestimasi bergulir pada area batas resistance 5.700, titik pivot 5.600, serta area support di posisi 5.500.
Kendati begitu, pihak Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima emiten saham pilihan yang dianggap berpeluang memberikan imbal hasil positif pada pekan ini, khususnya saham-saham di bidang industri pengerukan mineral serta komoditas emas, termasuk salah satunya saham EMAS.
Berdasarkan penjelasan dari Phintraco Sekuritas, tekanan masif yang membebani pasar saham domestik bersumber dari kombinasi aspek eksternal dan juga internal.
Dari ranah global, jajaran indeks saham utama di bursa Wall Street menyudahi perdagangan dengan penurunan dalam pada sesi transaksi Jumat (5/6/2026) yang dipicu oleh maraknya aksi pelepasan saham di sektor perusahaan teknologi, terutama pada lini industri chip.
“Sentimen negatif diperkuat oleh data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (8/6/2026).
Pihak Phintraco Sekuritas memaparkan, pengumuman data nonfarm payrolls (NFP) di AS dilaporkan bertengger di angka 172 ribu untuk periode Mei 2026, sebuah nilai yang melompat jauh di atas estimasi pasar yang sebelumnya diprediksi hanya berada di level 80 ribu.
Kondisi makro ekonomi tersebut pada akhirnya memicu kenaikan tingkat imbal hasil (yield) bagi surat utang negara AS.
Situasi ini, lanjut Phintraco Sekuritas, ikut mempertebal keyakinan pelaku pasar bahwa otoritas bank sentral The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Pada momen yang sama, nilai emas di kancah internasional terjerembap sebesar 2,2% ke posisi US$ 4.375 per ons troi pada sesi transaksi Jumat (5/6/2026).
Di sisi lain, harga untuk komoditas minyak mentah juga terpantau mengalami koreksi, walaupun para pelaku pasar tetap memelihara sikap waspada terhadap ancaman dari pihak Iran yang berniat memblokir jalur Selat Bab el-Mandeb jika tensi konflik di wilayah Timur Tengah semakin bergejolak.
Pantau Agenda Penting
Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa para investor di tingkat internasional juga akan memantau dengan saksama rangkaian agenda penting sepanjang pekan ini, mulai dari perkembangan konflik antara AS-Iran, hasil forum pertemuan OPEC+, hingga rencana aksi korporasi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) SpaceX di papan bursa Nasdaq yang digadang-gadang bakal menjadi salah satu IPO paling masif dalam sejarah pasar modal dunia.
Sementara dari sektor domestik, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pelaku pasar sedang menanti peluncuran beberapa data makro ekonomi krusial, antara lain laporan cadangan devisa periode Mei 2026 pada tanggal 8 Juni, data indeks keyakinan konsumen untuk Mei 2026 pada 10 Juni, serta rilis data capaian penjualan sektor eceran periode April 2026 pada 11 Juni.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa iklim investasi di dalam negeri saat ini masih dipenuhi oleh bermacam kecemasan, mulai dari koreksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, isu seputar kemungkinan dilaksanakannya Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat oleh Bank Indonesia, hingga desas-desus mengenai pergantian posisi Menteri Keuangan serta Gubernur BI.
Masih merujuk pada pemaparan Phintraco Sekuritas, kekhawatiran pelaku pasar kian menebal seiring adanya risiko pemangkasan peringkat utang luar negeri Indonesia oleh lembaga S&P, serta potensi diturunkannya level pasar modal Indonesia ke dalam kelompok frontier market oleh MSCI.
“Untuk itu, IHSG pekan ini diprediksi masih fluktuatif dengan rentang support 5.400-5.500 and resistance 5.700-5.800,” pasar Phintraco Sekuritas.
Walaupun gelombang sentimen negatif terlihat masih menguasai arah pergerakan, Phintraco Sekuritas tetap menyodorkan lima saham yang diperkirakan mampu mencatatkan kinerja memuaskan, yaitu PT Sumber Global Energy Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).