Harga CPO Pekan Ini Rawan Koreksi, Pasar Tunggu Rilis Data MPOB

Kumpulan buah sawit yang telah lepas dari tandan. (Foto: Bisnis.com)
Penulis: Ibtihal
Senin, 08 Juni 2026 | 13:17:07 WIB

KUALA LUMPUR — Nilai transaksi komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Derivatives Malaysia diperkirakan akan bergerak dengan tren melemah sepanjang minggu ini.

Penyusutan nilai minyak mentah global serta sikap berhati-hati (wait and see) yang diterapkan oleh para pelaku pasar menjelang pengumuman laporan bulanan oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menjadi faktor penentu utama yang memicu tekanan di sektor pasar.

Seorang pedagang proprietary dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng menjelaskan bahwa pandangan para pelaku investasi akan tertuju penuh pada publikasi data MPOB yang dijadwalkan meluncur pada Selasa (10/6/2026). 

Pengumuman itu dinilai bakal menjadi barometer fundamental yang menyetir arah pergerakan harga komoditas CPO untuk jangka pendek.

"Fokus utama pasar pekan ini adalah laporan MPOB. Data tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah pasar minyak sawit," ujar Ng diikutip dari Bernama, Senin (8/6/2026).

Selain mengantisipasi keluarnya laporan resmi MPOB, para pelaku industri juga akan terus mengamati fluktuasi harga minyak mentah di kancah internasional. 

Meskipun begitu, menurut penilaian Ng, pergeseran komoditas minyak mentah tidak akan memberikan pengaruh yang sangat masif, kecuali jika terjadi kejatuhan yang tajam di sektor pasar energi.

"Jika harga minyak mentah mengalami penurunan yang signifikan, sentimen bearish di pasar minyak sawit kemungkinan akan semakin kuat," katanya.

Lewat kalkulasi atas berbagai faktor penunjang tersebut, Ng memperkirakan pergerakan harga CPO akan bergerak pada zona kisaran 4.450 Ringgit Malaysia per ton hingga menyentuh 4.580 Ringgit Malaysia per ton sepanjang satu pekan mendatang.

Harga CPO Menguat

Kendati estimasi untuk kurun waktu dekat dipayungi oleh sikap waspada, nilai kontrak berjangka untuk komoditas CPO di Bursa Malaysia termonitor masih mencetak pertumbuhan pada sesi perdagangan pekan lalu.

Dalam rentang waktu seminggu kemarin, dihitung dari acuan Jumat (29/5/2026) sampai dengan Jumat (5/6/2026), harga kontrak berjangka CPO untuk termin Juni 2026 terangkat sebesar 22 Ringgit Malaysia menuju level 4.492 Ringgit Malaysia per ton. 

Sejalan dengan hal itu, kontrak Juli 2026 dan September 2026 bersama-sama membukukan penguatan masing-masing senilai 23 Ringgit Malaysia hingga bertengger di posisi 4.526 Ringgit Malaysia per ton dan 4.584 Ringgit Malaysia per ton.

Di pihak lain, untuk kontrak berjangka termin Agustus 2026 mengemas kenaikan sebanyak 19 Ringgit Malaysia ke level 4.554 Ringgit Malaysia per ton. 

Berikutnya, kontrak Oktober 2026 menanjak naik 26 Ringgit Malaysia menjadi 4.616 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan untuk kontrak termin November 2026 melaju positif sebesar 27 Ringgit Malaysia ke posisi 4.647 Ringgit Malaysia per ton.

Reporter: Ibtihal