Supra Boga Lestari Bidik Pendapatan 3,39 Triliun Rupiah pada 2026
JAKARTA – Perusahaan ritel modern dan premium, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) mengincar pertumbuhan kinerja yang positif sejalan dengan program ekspansi serta peningkatan penjualan pada jaringan gerai yang sudah berjalan di sepanjang tahun ini.
Direktur RANC Hady Purnama menyampaikan bahwa dalam melangkah memasuki tahun 2026, Perseroan dipenuhi oleh optimisme yang terukur.
Pihak manajemen menetapkan target perolehan pendapatan bersih mencapai Rp 3,39 triliun pada tahun 2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 16,30% bila dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.
Sementara itu pada sisi bottom line, Supra Boga Lestari diperkirakan masih akan mencatatkan kerugian bersih senilai Rp 19,97 miliar. Kendati demikian, angka kerugian tersebut terpantau menyusut jika dibandingkan dengan nilai rugi bersih tahun berjalan pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 53,96 miIiar.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Dalam jangka menengah, Perseroan menargetkan perbaikan kinerja secara bertahap menuju profitabilitas, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kelestarian lingkungan,” ungkap Hady dalam Agenda Paparan Publik pada Rabu (3/6).
Ia menguraikan lebih lanjut, demi mencapai target capaian kinerja di tahun ini, strategi bisnis yang dijalankan RANC bakal dipusatkan pada sejumlah aspek krusial, di antaranya yaitu penguatan mutu pelayanan, kepastian ketersediaan produk, hingga peningkatan pengalaman berbelanja para pelanggan.
Langkah strategis itu tentunya bakal disokong pula oleh beragam program pemasaran serta kegiatan promosi yang berjalan efektif. RANC juga berkomitmen untuk terus menambah pilihan produk yang dinilai relevan, termasuk menyediakan produk bermutu tinggi dan ramah lingkungan, yang berjalan beriringan dengan langkah efisiensi operasional secara berkelanjutan di seluruh jaringan toko mereka.
Di samping hal tersebut, pihak perseroan juga senantiasa membuka diri terhadap adanya peluang ekspansi jaringan toko baru yang bakal dieksekusi secara selektif serta penuh dengan aspek kehati-hatian.
Langkah ini diambil karena mempertimbangkan situasi makroekonomi nasional serta kondisi geopolitik global yang menjadi perhatian utama dalam penyusunan rencana ekspansi korporasi.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami menegaskan bahwa RANC tidak menahan ekspansi, melainkan bahwa kami melakukan restrukturisasi dan prioritas ekspansi tetap sejalan dengan kondisi yang ada,” jelasnya.
Untuk pergerakannya sendiri, RANC memproyeksikan pembukaan sekitar tiga sampai empat jaringan gerai baru yang mengambil lokasi di wilayah Jakarta serta Semarang.
Hady memaparkan bahwa pihak korporasi telah merampungkan realisasi pembukaan tiga gerai baru tersebut pada periode kuartal pertama yang lalu. Sedangkan untuk satu unit gerai sisanya diproyeksikan akan resmi beroperasi pada bulan Juni mendatang.
Guna mendongkrak performa bisnis yang maksimal di tahun ini, RANC mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (Capex) senilai Rp 130 miIiar.
Alokasi dana capex ini dipersiapkan tidak hanya untuk mendanai pembukaan toko anyar, melainkan juga dialokasikan untuk pembiayaan renovasi toko lama serta peremajaan peralatan kerja.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami total capex kira-kira Rp 130 miIiar, tapi bukan untuk empat gerai itu ya. Empat gerai itu bagian dari total capex, tapi kan selain toko baru, kami selalu merenovasi gerai kami yang sudah ada,” sebutnya.
Berbekal fondasi operasional yang dinilai kian tangguh beserta komitmen kuat terhadap prinsip keberlanjutan, Perseroan merasa optimis dapat terus menghadirkan nilai manfaat yang terbaik bagi segenap pelanggan, mitra usaha, karyawan, hingga seluruh pemangku kepentingan terkait.
Berdasarkan laporan per kuartal I-2026, RANC terpantau sukses membukukan perolehan pendapatan hingga Rp 823,45 miIiar, atau melesat 9,23% lebih tinggi bila disandingkan dengan perolehan Rp 753,19 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Pihak perusahaan pun berhasil membalikkan situasi dengan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 7,17 miIiar, berbalik dari kondisi rugi sebesar Rp 5,21 miIiar yang dialami pada kuartal I-2025 yang lalu.