Supra Boga Targetkan Pendapatan Naik 16,30 Persen pada Tahun 2026

ILUSTRASI, Market RANC (Sumber Gambar : ajaib.co.id/)
Kamis, 04 Juni 2026 | 14:09:33 WIB

JAKARTA – PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) menyiapkan belanja modal (capex) mencapai Rp84,47 miliar untuk tahun 2026. Alokasi dana tersebut bakal dimanfaatkan guna membiayai agenda ekspansi perseroan dalam rangka mengejar target kenaikan pendapatan serta memangkas nilai kerugian yang dialami pada tahun sebelumnya.

Direktur PT Supra Boga Lestari Tbk., Handy Purnama mengungkapkan bahwa belanja modal perseroan pada tahun ini bakal dialokasikan untuk pendirian gerai baru, pengerjaan renovasi gerai, serta peremajaan lini peralatan.

Pendanaan capex tersebut bersumber dari kas internal perusahaan serta difasilitasi oleh pinjaman perbankan. Pada tahun ini, RANC mematok target untuk mendirikan dua gerai baru.

"Memasuki tahun 2026, perseroan melangkah dengan optimisme yang terukur. Strategi bisnis perseroan akan difokuskan pada penguatan kualitas layanan, ketersediaan produk, dan pengalaman berbelanja pelanggan didukung program pemaksaan dan promosi yang efektif," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber dalam public expose di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menilik pada performa keuangan, RANC memproyeksikan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 16,30% year on year (YoY) hingga menyentuh angka Rp3,39 triliun. 

Target ini ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih dari gerai yang sudah ada, pengoperasian 2 gerai baru yang bakal didirikan pada 2026, serta hasil dari kolaborasi pemasaran bersama Blibli Group.

Sementara pada pos bottom line, RANC mematok target tahun ini untuk mereduksi kerugiannya hingga berada di angka Rp19,97 miar, atau menunjukkan perbaikan sebesar 64,84% jika dikomparasikan dengan kerugian tahun berjalan pada periode 2024.

Pihak perseroan menjalankan langkah efisiensi untuk memotong angka kerugian tersebut lewat penutupan sejumlah gerai berkinerja buruk (under performance) yang memicu beban negatif. Di samping itu, jajaran manajemen menerapkan strategi eksekusi operational excellence demi mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Langkah berikutnya, RANC pun bakal memaksimalkan performa gerai-gerai supermarket pilihan mereka guna menutup defisit anggaran dari gerai lainnya. Melalui skema pendekatan tersebut, RANC memproyeksikan rugi komprehensif pada 2025 yang tercatat sebesar Rp56,77 miliar mampu dipangkas hingga tersisa rugi Rp19,97 miliar pada periode 2026 ini.

Merujuk pada publikasi laporan keuangan 2025, RANC mencatatkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih senilai Rp53,08 miliar. Kondisi tersebut berbalik arah dari perolehan laba bersih sebesar Rp27,38 miliar yang didapatkan pada tahun 2024.

Sepanjang tahun lalu, problem paling krusial bagi RANC terletak pada sektor efisiensi operasional bisnis. Sebab, perseroan sejatinya menorehkan hasil positif berupa peningkatan pendapatan neto dari Rp2,87 triliun menjadi Rp2,91 triliun. Tidak hanya itu, laba kotor perusahaan pun ikut terkerek naik dari Rp706,02 pileg menjadi Rp724,39 miliar.

Handy menegaskan bahwa RANC bakal terus konsisten menjalankan langkah-langkah efisiensi operasional secara kontinu di seluruh ekosistem jaringan gerai mereka.

Untuk target jangka menengah, perusahaan membidik pemulihan performa secara bertahap menuju zona profitabilitas, dengan tetap menyelaraskan aspek pertumbuhan ekonomi, pemenuhan tanggung jawab sosial, serta pemeliharaan kelestarian lingkungan.

"Setiap langkah pengembangan, termasuk peluang ekspansi geran ini, akan diambil secara selektif dan penuh kehati-hatian," pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan