Kimia Farma Rombak Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru 2026

ILUSTRASI, Gedung KAEF (Sumber Gambar : bloombergtechnoz.com)
Kamis, 04 Juni 2026 | 14:09:33 WIB

JAKARTA – PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) Secara resmi menyepakati perombakan dalam susunan jajaran direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Selasa (3/6/2026). Keputusan ini diambil sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkokoh struktur kepemimpinan perseroan dalam menyokong rencana pertumbuhan jangka panjang.

Lewat RUPST tersebut, para pemegang saham pun menyetujui restrukturisasi pengurus perusahaan farmasi milik negara ini, salah satunya dengan merekrut Bonanza Perwira Taihitu sebagai anggota baru Dewan Komisaris.

Di samping itu, pemegang saham juga meluluskan pemberhentian Jasmine Karsono secara hormat dari jabatannya selaku Direktur Portofolio, Produk dan Layanan. Restrukturisasi kepengurusan ini mulai berlaku setelah RUPST usai, dengan tetap mengacu pada koridor regulasi perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, Bonanza Perwira Taihitu diamanahi tugas sebagai Staf Ahli Bidang Politik & Globalisasi Kesehatan di Kementerian Kesehatan sejak tahun 2025.

Selain itu, Bonanza pun sempat menduduki posisi Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan di Kementerian Kesehatan (2022-2024), serta Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerja Sama Kesehatan, HAM, dan Kemanusiaan di Kementerian Luar Negeri (2019).

Dari sisi riwayat akademis, Bonanza merupakan lulusan S1 Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga (1998) dan menamatkan pendidikan S2 Ilmu Politik di Universitas Indonesia (2003).

Direktur Utama KAEF Djagad Prakasa Dwialam memaparkan bahwa pergantian susunan kepengurusan ini diaplikasikan demi memperkuat tata kelola korporasi, memfasilitasi transformasi bisnis, sekaligus mendongkrak eksekusi strategi jangka panjang perseroan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Djagad Prakasa Dwialam berujar, “Para pemegang saham mendorong manajemen untuk memperkuat fundamental bisnis Perseroan. Berbagai keputusan yang disepakati dalam RUPST merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan memperbaiki kinerja Perseroan secara menyeluruh,” ujarnya setelah RUPST yang digelar pada Rabu (3/6/2026).

Pihak perseroan meyakini langkah restrukturisasi ini bakal kian mengokohkan daya saing organisasi dalam mengeksekusi rencana transformasi serta mendongkrak performa perseroan secara berkelanjutan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Djagad Prakasa Dwialam menambahkan, “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya atas komitmen dan kontribusinya selama menjalankan amanah di PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Dengan semangat kolaborasi dan tata kelola yang kuat, Perseroan optimistis dapat terus menghadirkan kinerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pemegang saham, serta seluruh stakeholders,” tambahnya.

Kebijakan ini sekaligus mempertegas integritas korporasi untuk senantiasa mengimplementasikan asas Good Corporate Governance (GCG), memperkokoh pilar bisnis dasar, dan menjaga stabilitas usaha di tengah volatilitas industri serta hambatan ekonomi yang terus bergulir.

Selaras dengan visi korporasi dalam memperkokoh KAEF sekaligus menciptakan kemandirian pada sektor industri farmasi domestik, Djagad membeberkan terdapat enam pilar strategi utama yang bakal menjadi prioritas ke depan, antara lain stabilitas modal kerja, eskalasi kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), digitalisasi sistem bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (GCG), serta harmonisasi antarentitas dalam KAEF Grup.

Bukan hanya itu, KAEF pun terus mempertajam fokus bisnisnya dengan memprioritaskan kreasi dan komersialisasi produk yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi, tanpa mengesampingkan kewajiban penyediaan obat-obatan guna menyokong program pemerintah dalam menjaga keterjangkauan pelayanan kesehatan bagi publik.

Melalui penerapan strategi di atas, Djagad merasa optimistis KAEF mampu mempertahankan tren positif pemulihan kinerja pada tahun 2026. Ia menguraikan bahwa pemegang saham telah menginstruksikan manajemen Kimia Farma untuk tidak mandek dalam berinovasi sembari konsisten menggulirkan rencana strategis yang sudah dirumuskan.

Berbagai hambatan, baik pada ranah global maupun domestik—termasuk ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi nilai tukar mata uang, ketergantungan sektor industri terhadap pasokan bahan baku impor, serta perubahan regulasi di bidang kesehatan—justru menjadi pemacu bagi Kimia Farma agar bertumbuh menjadi lebih tangguh, eling, dan lincah.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Djagad Prakasa Dwialam menyatakan, "Dengan optimisme dan kewaspadaan tersebut, kami akan terus memperkuat efisiensi, memperbaiki profitabilitas, dan menjaga pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.”

Berikut merupakan susunan terbaru pengurus Perseroan berdasarkan hasil keputusan RUPST tanggal 3 Juni 2026:

Susunan Dewan Komisaris PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Terbaru:

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Stefan Looho

Komisaris Independen : Diah Kusumawardani

Komisaris Independen : Fachmi Idris

Komisaris : Suprianto

Komisaris : Sumarjati Arjoso

Komisaris : Bonanza Perwira Taihitu

Susunan Direksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Terbaru:

Direktur Utama : Djagad Prakasa Dwialam

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Willy Meridian

Direktur Produksi dan Supply Chain : Hadi Kardoko

Direktur Sumber Daya Manusia : Disril Revolin Putra

Direktur Komersial : Hanadi Setiarto

Reporter: Gemilang Ramadhan