Bank BSN Jalin Kerja Sama Sekuritisasi Aset Rumah dengan SMF

ILUSTRASI, bank bsn (Sumber Gambar : linkedin.com)
Kamis, 04 Juni 2026 | 14:09:33 WIB

JAKARTA – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) kembali membangun kolaborasi bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengenai program sekuritisasi aset pembiayaan perumahan. Sekuritisasi itu sendiri ialah suatu proses penerbitan instrumen keuangan lewat cara penggabungan atau pengikatan beberapa aset keuangan ke dalam kelompok tersendiri.

Hubungan kerja sama antara Bank BSN dan SMF ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (3/6/2026).

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, memaparkan bahwa sinergi ini menjadi pencapaian yang sangat penting bagi pihaknya sebagai bentuk inovasi pendanaan untuk jangka panjang. Alex pun menambahkan bahwa sektor perumahan mempunyai kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Oleh karena itu, BSN memperkuat sektor pendanaannya melalui sekuritisasi aset lewat kemitraan bersama SMF. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Sinergi ini akan memperkuat kapasitas pembiayaan perumahan berbasis syariah Bank BSN," tulis Alex dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).

Alex membeberkan bahwa hubungan kerja sama antara Bank BSN dan SMF sebenarnya telah terbangun sejak lama, tepatnya sewaktu BSN masih beroperasi dengan menggunakan nama BTN Syariah.

Selain penjajakan pada sekuritisasi, Alex menguraikan Bank BSN dan SMF juga bekerja sama lewat skema pembiayaan mudharabah muqayyad (MMA), kemitraan Tripartit bersama Tapera, hingga kemitraan Bipartit.

Sementara itu, untuk kerja sama pembiayaan perumahan MMQ memperlihatkan tren kenaikan yang signifikan. Hingga Mei 2026, total akumulasi realisasi pembiayaan telah menyentuh angka Rp 6,26 triliun atau setara dengan 29.402 unit tempat tinggal.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung pembiayaan perumahan BSN. Salah satu tindakan nyatanya adalah melalui kolaborasi dalam penjajakan sekuritisasi. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami melihat ada potensi jangka panjang yang sangat baik pada aset BSN dan kami berharap transaksi sekuritisasi ini mulai terwujud tahun ini," ucap Ananta dalam keterangan yang sama.

Ananta berharap agar kerja sama sekuritisasi tersebut dapat memicu pertumbuhan pada struktur pasar modal di Indonesia. Menurut penilaiannya, perilisan instrumen baru ini dapat meningkatkan kredibilitas pasar modal dalam negeri di mata para investor.

Reporter: Gemilang Ramadhan