Merdeka Gold Resources Percepat Operasional Tambang Emas Pani
JAKARTA – PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) kini tengah mengakselerasi proses pengembangan pada Tambang Emas Pani yang terletak di wilayah Gorontalo.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendorong volume produksi emas di tahun 2026 agar dapat menyentuh angka 100.000 sampai 115.000 ounce. Mayoritas dari target volume produksi itu diperkirakan baru akan mulai terealisasi pada paruh kedua tahun ini atau di periode semester II.
Sasaran peningkatan ini berjalan beriringan dengan strategi taktis korporasi dalam mempercepat pemanfaatan dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham (IPO), yang sejauh ini pengerjaannya berjalan lancar sesuai rencana awal.
Dana segar itu secara spesifik diperuntukkan bagi kelancaran pengembangan Tambang Emas Pani, yang saat sekarang ini sudah memasuki tahap produksi perdana serta fase peningkatan operasional (ramp-up).
Presiden Direktur Boyke P. Abidin memaparkan bahwa realisasi dari penggunaan dana hasil IPO tersebut memegang andil yang amat krusial guna mempercepat kesiapan operasional di area tambang, mengingat kawasan itu menjadi aset paling utama bagi perseroan.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Realisasi dana IPO berjalan sesuai rencana untuk mendukung pengembangan Tambang Emas Pani sebagai aset utama perseroan. Fokus kami adalah memastikan setiap tahapan pengembangan berjalan secara disiplin dan terukur guna mendukung peningkatan produksi secara berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026).
Memasuki periode kuartal I/2026, EMAS mengonfirmasi telah mencatatkan produksi emas awal sebesar 1.818 ounce, dengan angka penjualan perdana yang sudah menyentuh 516 ounce.
Torehan kinerja tersebut menjadi sebuah sinyal kuat bahwa Tambang Emas Pani sukses melewati fase transisi, dari yang sebelumnya merupakan proyek dalam tahap konstruksi menjadi wilayah operasi komersial yang resmi.
Guna terus mengawal tren positif pada kenaikan produksi, manajemen perusahaan secara berkala terus memperlebar area heap leach pad sepanjang paruh pertama atau semester I/2026.
Langkah perluasan kapasitas ini sengaja ditempuh dengan maksud memperbesar volume penampungan bijih sekaligus memicu akselerasi pertumbuhan pada produksi emas.
Di luar pengerjaan tersebut, EMAS juga tengah mendirikan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang kelak diproyeksikan sebagai instrumen utama dalam mendongkrak kapasitas pengolahan jangka panjang di Tambang Emas Pani.
Kegiatan tahap awal untuk pembangunan fasilitas pengolahan ini sebenarnya sudah mulai dilaksanakan sejak pengujung tahun 2025 yang lalu, meliputi pengerjaan konstruksi CIL pad, penyediaan akomodasi penunjang bagi para kontraktor, hingga persiapan lahan tailing storage facility.
Pada saat ini, perusahaan juga tengah merampungkan tahap finalisasi untuk pembaruan dokumen Definitive Feasibility Study (DFS) dengan sasaran menetapkan Final Investment Decision (FID) di akhir periode kuartal II/2026.
Boyke P. Abidin memberikan pandangan bahwa penggabungan antara fasilitas heap leach dan CIL bakal memperkuat fondasi operasional di Tambang Emas Pani, sekaligus membuka ruang bagi perluasan kapasitas produksi yang jauh lebih besar.
Peningkatan area pada fasilitas heap leach tersebut diperkirakan menjadi stimulus utama yang mendorong lonjakan produksi emas di paruh kedua tahun ini. Berdasarkan rujukan data operasional, volume produksi bijih tambang tercatat telah menembus angka 2,5 juta ton.
Pencapaian performa ini berhasil diraih berkat adanya program perluasan jalan angkut serta optimalisasi pemanfaatan armada terintegrasi berukuran besar demi memangkas pengeluaran per unit agar lebih efisien.
Tidak hanya mencurahkan fokus pada sektor produksi semata, EMAS terpantau terus menggulirkan aktivitas eksplorasi mereka. Manajemen perusahaan memastikan telah merampungkan program pengeboran tahap awal di area prospek Kolokoa sebanyak 54 lubang, dengan total panjang kedalaman pengeboran mencapai 11.701,6 meter.
Merujuk pada hasil pengerjaan tersebut, EMAS mengalkulasi dan menetapkan Exploration Target sebesar 20 juta hingga 40 juta ton bijih dengan tingkat kadar emas berada di angka 0,3 gram per ton hingga 0,5 gram per ton.
Estimasi awal mengenai sumber daya mineral yang tersimpan di prospek Kolokoa ini ditargetkan bakal dipublikasikan kepada publik pada kuartal II/2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Dengan proyek pengembangan yang terus berjalan dan target produksi yang meningkat signifikan, Tambang Emas Pani diharapkan menjadi motor pertumbuhan utama EMAS dalam jangka panjang," tuturnya.