Temas Alokasikan Capex Rp2,5 Triliun dan Dividen Rp228 Miliar

ILUSTRASI, Kapal TMAS (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 03 Juni 2026 | 14:52:42 WIB

JAKARTA – PT Temas Tbk (TMAS) telah merampungkan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu poin keputusan utama dalam rapat itu ialah pengalokasian sebagian perolehan laba bersih dari tahun buku 2025 untuk dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen tunai.

Melalui agenda RUPST yang diselenggarakan di kantor pusat emiten tersebut di wilayah Jakarta Utara, disepakati bahwa total nilai dividen yang bakal disalurkan mencapai Rp228 miliar.

Jumlah tersebut setara dengan Rp4 per lembar saham, yang mana alokasi dananya bersumber dari 40 persen dari total raihan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025.

"Selanjutnya, sisa laba bersih 2025 setelah dikurangi untuk pembagian dividen, bakal disimpan sebagai laba ditahan, yang terkait penggunaannya akan ditentukan lebih lanjut," ujar Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi, dalam Paparan Publik (Public Expose) Perseroan, yang digelar pasca pelaksanaan RUPST sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai proyeksi performa pada tahun 2026, Ricky menyatakan bahwa pihak manajemen merasa optimis untuk mengeksekusi kelanjutan dari pilar strategi yang telah ditetapkan.

Langkah tersebut direalisasikan melalui rangkaian tindakan strategis, seperti penambahan dan peremajaan unit armada baru, beserta pengerjaan proyek kapal yang ramah lingkungan.

Di sepanjang tahun 2025, TMAS membukukan penambahan bersih sebanyak tujuh unit kapal baru. Hal tersebut sukses mendongkrak volume kapasitas angkutan perusahaan hingga mencapai 17 persen.

Lewat ekspansi itu, jumlah armada kepunyaan perusahaan saat ini menyentuh angka 57 unit kapal yang ditunjang dengan kapasitas muatan sebesar 28.542 TEUs serta bobot mati seberat 464.701 DWT.

"Selain itu, rata-rata usia kapal juga semakin membaik, dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan turun menjadi 13 tahun pada 2025," ujar Ricky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga kini, TMAS terus memantapkan jangkauan ekspansi bisnisnya di tengah tren positif pertumbuhan industri transportasi kontainer di dalam negeri.

Guna mendukung penguatan kapasitas operasional itu, perusahaan pun mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) untuk periode tahun 2026 senilai Rp2,5 triliun.

Alokasi capex tersebut nantinya sebagian besar akan diperuntukkan bagi pembelian armada kapal baru demi menggenjot volume angkutan, peremajaan kapal, pengadaan fasilitas penunjang operasional pelabuhan, hingga pembangunan sarana infrastruktur pelabuhan.

Ke depan, Ricky menegaskan bahwa TMAS memiliki komitmen kuat untuk terus melangsungkan perluasan armada kapal sebagai bagian dari rencana kenaikan skala operasional. Fokus utamanya yaitu mendongkrak kapasitas pelayanan dengan tetap mempertahankan efisiensi operasional beserta daya saing korporasi.

Tidak sampai di situ, perusahaan saat ini juga tengah melakukan persiapan untuk operasional pabrik LNG yang diproyeksikan dapat mulai berjalan pada paruh kedua atau semester II-2026.

"Selain itu, kami terus memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama BOT dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk perluasan dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter sebagai fondasi kapasitas jangka panjang," ujar Ricky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan